Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47006
Title: Makna Eksploitasi Dibalik Konservasi Satwa Langka Analisis Semiotika Foto Jurnalistik Karya Rama Surya “Yang Kuat Yang Kalah”
Other Titles: --
Authors: Atika Fauziyyah
Advisors: Tantan Hermansah
Keywords: Semiotika, Gajah Sumatera, Pembunuhan Liar;Fotografi, Pesan Mitos
Issue Date: 4-Apr-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullahi Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Fotografi hadir sebagai media rekam dua dimensi beku yang paling akurat untuk merepresentasikan realita. Sedangkan Foto dokumenter telah menjadi medium relevan untuk menyampaikan sebuah realita sosial. Di antaranya adalah foto-foto di alam semesta ini seperti hutan. Fungsi hutan sendiri ialah sebagai rumah untuk satwa liar dan kesimbangan ekosistem yang berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati seperti hewan dan pepohonan. Rama Surya adalah seorang fotografer yang berlatar belakang pemuka agama sekaligus fotografer dokumenter telah merekam kehidupan gajah-gajah di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Waykambas, Lampung. Berangkat dari tragedi pembunuhan Gajah secara liar dan besar-besaran, Rama Surya membuat catatan visual yang terekam dalam media buku foto yang diberi judul ―Yang Kuat Yang Kalah‖. Dengan latar belakang di atas, studi ini berangkat dari pertanyaan: ―Bagaimana kehidupan gajah-gajah di PLG dalam menjalankan keseharian melalui foto Rama Surya? Apa kandungan pesan denotasi dan konotasi yang ingin Rama Surya sampaikan dalam foto-fotonya? Adakah kandungan pesan mitos dalam foto-foto tersebut?‖ Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah semiotika yang dikembangkan oleh Roland Barthes. Metode analisis ini menekan pada pemaknaan tanda-tanda yang timbul dari suatu karya (dalam hal ini karya fotografi) dengan tiga tahap, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos yang ditafsirkan atau dimaknai sendiri oleh peneliti yang tentu dengan latar belakang kemampuannya, tanpa mencari suatu kebenaran yang mutlak. Dari penelitian ini dapat dilihat secara pesan denotasi tentang kehidupan para Gajah Sumatera, tergambarkan dari pada ‗keluh kesah‘ kumpulan gajah di PLG Sumatera dan terlihat pula pengorbanan dan penderitaan yang harus mereka hadapi di ruang publik. Jika menurut Barthes, pembuat dalam hal ini fotografer telah tiada setelah karyanya jadi, maka jelas bahwa makna konotasi akan muncul jika orang yang melihat foto melibatkan pikiran dan perasaannya ke dalam fotofoto tersebut. Pesan konotasi yang terkandung dalam foto-foto Rama Surya jelas sangat muram jika dilihat secara keseluruhan, salah satunya terlihat dari pemilihan warna hitam putih dengan grain yang banyak, membuat foto terlihat begitu kasar. Selanjutnya dalam tahap mitos foto-foto Rama Surya menunjukkan berbagai mitos, salah satunya mitos lokal mengenai gambaran gajah dari pandangan masyarakat Sumatera dan luar Sumatera terhadap punahnya gajah di Indonesia Kata Kunci : Semiotika, Gajah Sumatera, Pembunuhan Liar, Fotografi, Pesan Mitos
Description: v, 107 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47006
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ATIKA FAUZIYYAH-FDK.pdf1.56 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.