Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46968
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAhmad Dardiriid
dc.contributor.authorMustamiuddin Hamdiid
dc.date.accessioned2019-08-29T07:54:17Z-
dc.date.available2019-08-29T07:54:17Z-
dc.date.issued2019-08-16-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46968-
dc.descriptionxii, 107id
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep amr dan nahi, gaya bahasa, dan makna-maknanya dari aspek nahwu dan balaghah. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, karena penelitian ini dimaksudkan untuk memahami konsep, gaya bahasa, dan makna-makna amr dan nahi yang digunakan oleh al-Qur’ân dalam surat al-Kahfi dari perspektif nahwu dan balaghah. Sumber data yang dipergunakan adalah al-Qur’ân surat al-Kahfi sebagai sumber data primer dan beberapa kitab nahwu, balaghah, dan tafsîr sebagai sumber data skunder. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu menguraikan, menganalisis, dan mengklasifikasikan ayat-ayat yang mengandung gaya bahasa amr dan nahi, kemudian menganalisis makna-makna balaghî yang terkandung dalam surat al-Kahfi, sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan bahasa. Hasil dari penelitian ini adalah, Pertama: Kalimat amr yang dimaksud adalah tuntutan untuk melakukan suatu pekerjaan dari seseorang yang lebih tinggi derajatnya kepada yang lebih rendah disertai paksaan. Sedangkan kalimat nahi adalah permintaan untuk meninggalkan suatu pekerjaan dari seseorang yang lebih tinggi derajatnya kepada yang lebih rendah. Adapun makna kalimat amr dan kalimat nahi terbagi menjadi dua, yaitu kalimat yang memiliki makna ashlî dan kalimat yang memiliki makna balaghî (keluar dari makna asli). Kedua: Kalimat amr dalam surat al-Kahfi berjumlah tiga puluh kalimat dalam dua puluh satu ayat dengan rincian delapan ayat yang memiliki makna ashlî dan tiga belas ayat memiliki makna balaghî. Sementara ayat yang termasuk dalam kalimat nahi pada surat al-Kahfi berjumlah sebelas kalimat dalam delapan ayat dengan rincian dua ayat memiliki makna ashlî dan enam ayat memiliki makna balaghî. Ketiga: Makna-makna amr yang terkandung dalam surat al-Kahfi yaitu: makna al-ashlî, al-du’â’, al-irsyâd, al-iltimâs, al-tahdîd, al-taubîkh, sementara makna-makna nahi yang terkandung dalam surat al-Kahfi yaitu: al-ashlî, al-tahdîd, al-irsyâd, al-iltimâs.id
dc.language.isoarid
dc.publisherJakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakartaid
dc.subjectAsâlîbid
dc.subjectal-Amriid
dc.subjectal-Nahyiid
dc.titleأساليب الأمر والنهي في القرآن (دراسة نحوية وبلاغية)id
dc.typemasterThesisid
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
TESIS MUSTAMI SCAN.pdf2.23 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.