Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46636
Title: Etika sosial dalam agama islam dan buddha
Authors: Abdur Rahman Ashari
Advisors: M. Amin Nurdin
Issue Date: 7-Jul-2019
Publisher: Jakarta : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Etika adalah usaha manusia untuk memakai akal budi dan daya pikirnya untuk memecahkan masalah bagaimana ia harus hidup baik. Akal budi itu ciptaan Allah dan tentu di berikan kepada Manusia untuk di pergunakan dalam semua dimensi kehidupan. Etika sering dipadankan dengan kata moral, dalam bahasa Latin Mos yang bentuk jamaknya mores yang berarti adat atau cara hidup. Sedangkan dalam arti luas etika adalah sarana orientasi bagi usaha manusia untuk menjalani hidup di dunia. Antara etika dan agama jelasm emiliki hubungan yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Banyak nilai dan norma etis yang berlaku di masyarakat berasal dari semangat (ideal-moral) agama. Mengingat agama merupakan suatu kepercayaan yang mengandung nilai-nilai tentang norma yang dapat mengatur hubungan antara manusia dengan manusia lainnya juga hubungan antara manusia dengan makhluk lain serta hubungan manusia dengan Tuhannya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan Teologis. Pendekatan Teologis dalam mengkaji agama merupakan suatu proses rasional. Pilihan objek konsep etika sosial Buddha dan Islam dalam bingkai komparatif dalam penelitian ini mengingat kedua agama ini memiliki akar historis dan tradisi yang berbeda. Baik Agama Buddha maupun Islam memandang bahwa etika merupakan inti dari ajaran agamanya, ada tuntutan bagi pemeluknya untuk senantiasa berbuat baik kepada sesamanya, segala perbuatan manusia ada pertanggung jawabannya kelak. Di sisi lain Islam memandang bahwa segala perbuatan manusia baik aktifitas individual maupun kolektif dianggap sebagai suatu bentuk ibadah vi kepada Tuhan. Sementara Agama Buddha meyakini bahwa segala perbuatan baik manusia bemula dari adanya watak sejati yang sudah ada di dalam diri manusia sebagai kodratnya. Kedua agama tersebut sama-sama berpandangan bahwa pada hakikatnya manusia itu sama di depan Tuhan, namun yang membedakannya adalah tingkat kebajikannya atau dalam Islam tingkat ketaqwaanya. Setelah menelaah, memperhatikan dan mempelajari terkait Etika ini, penulis memiliki Alasan sebagaimana yang telah di jelaskan di atas, bahwasanya banyak sekali problem-problem yang selalu menjadi jadi dari hari ke hari, bahkan banyak nya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam lingkungan sosial yang berakhir pada kesenjangan dalam bermasyarakat. Temuan yang penulis dapatkan terkait Etika ini adalah banyak ancaman-ancaman juga tindakan yang merugikan baik induvidu maupun kelompok masyarakat, penting adanya Etika ini adalah untuk mewujudkan nilai-nilai moral atau Ahlak yang telah mengatur manusia untuk selalu berbuat baik, berkata baik juga berprilaku baik. Agama Islam maupun agama Buddha memilki peraturan dan tujuan yang sama yaitu mewujudkan nilai-nilai etika dan membimbing manusia untuk menjadi lebih baik, adapun konsep dan proses dalam memahami Etika yang terdapat dalam agama Islam maupun agama Buddha kita pelajari dalam pengertian lebih luas, sehingga kita semua dapat memahami apa itu Etika dan bagaimana seharusnya memberlakukan Etika dalam kehidupan bermasyarakat.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46636
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ABDUR RAHMAN ASHARI-FUF2.77 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.