Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46618
Title: Metode tashîh hadis da’îf ahmad al-ghumârî dalam al-mudâwî li ‘ilal al-jâmi’ al-saghîr wa syarh al-munâwî
Authors: Valihavy Khoir Hudar Rahim
Advisors: Fuad Thohari
Issue Date: 20-Jul-2019
Abstract: Pembahasan hadis da‟îf1 tidak hanya berhubungan dengan terpenuhi atau tidaknya persyaratan hadis sahîh2 dan hasan3 saja melainkan juga berhubungan dengan keda‟îfan 1 Defini hadis da‟îf yang dimaksud secara bahasa yaitu :ضِدُّ الْقَوِيّ lawan dari kuat (lemah). Sedangkan secara istilah مَا فَقِدَ شَرْطًا مِنْ شُرُوْطِ الصَّحِيْحِ أَوِ الَْْسَنِ (hadis yang tidak memenuhi salah satu persyaratan dari syarat-syarat hadis sahîh atau hadis hasan). Lihat : Musfir „Azmillâh al Damînî, Maqâyîs Naqd Mutûn al Sunnah, (t.tp: t.t., 1984), h. 142-143; Mahmud al Tahhân, Taisîr Mustalah al Hadîts, (Beirut: Dâr al Fikr, t.th), h. 52. 2 Definisi hadis sahîh yang dimaksud secara bahasa yaitu :ضِدُّ السَّقِيْمِ lawan dari sakit. Sedangkan secara istilah ، مَا اتَّصَلَ سَنَدُهُ بِنَ قْلِ الْعَدْلِ الضَّابِطِ عَن مِثْلِوِ إِلَ مُنْتَ هَاهُ، مِنْ غَيِْ شُذُوْذٍ، وَلاَ عِلَّةٍ (hadis yang bersambung sanadnya dari perawi yang „âdil, dâbit dari awal sanad sampai akhir sanad, tanpa ditemukan syudzûdz/ kejanggalan, dan tanpa „illah/ kecacatan). Ibnu Hajar menambahkan perawi yang meriwayatkan hadis sahîh adalah yang memiliki kesempurnaan hafalan (al dabt al tamm)Lihat: al Tahhân, Taisîr Mustalah al Hadîts, h. 44; Ahmad bin „Ali bin Muhammad bin Hajar al „Asqalâni, Nukhbah al Fikr fî Mustalah Ahl al Atsar, (Beirut: Dâr Ibn Hazm, 2006), h. 220. 3 Definisi hadis hasan yang dimaksud secara bahasa yaitu ، صِفَ ةٌ مُشَبَّ هَةٌ مِنَ الُْْسْنِ بَِعْنَ الَْْمَالِ : sifat yang menyerupai, dari kata husna yang berarti indah/ cantik. Sedangkan secara istilah ahli hadis berbeda pendapat mengenai definisi hadis hasan. Ibnu Hajar mendefinisikannya sebagai hadis sahîh yang hafalannya kurang (khiff al dâbt) atau dengan kata lain hadis hasan yaitu hadis yang diriwayatkan perawi yang „âdil, kurang kuat hafalannya (khiff al dâbt), bersambung sanadnya, tanpa ditemukan syadz/ kejanggalan, dan tanpa „illah/ kecacatan). Lihat: al Tahhân, Taisîr Mustalah al Hadîts
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46618
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
VALIHAVY KHOIR HUDAR RAHIM-FUF.pdf4.29 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.