Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46608
Title: Konsep qisâs dalam al-qur’an kajian tafsir nusantara
Authors: Anang Harianto
Advisors: Ahsin Sakho M. Syarifuddin
Issue Date: 22-May-2019
Publisher: Jakarta : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Qisâs merupakan syari’at Islam yang ada di dalam al-Qur’an dan hadis dengan tujuan untuk kemaslahatan umat manusia. Ada lima hal yang mesti ada pada manusia yang tidak sempurna manusia bila satu di antaranya luput yaitu: agama, jiwa, akal, harta dan keturunan, sebagian ulama memasukkan pula harga diri dalam bentuk terakhir ini. Kelimanya disebut darûriât yang lima. Manusia diperintahkan untuk mewujudkan dan melindungi ke lima unsur kehidupan manusia itu. Sebaliknya, manusia dilarang melakukan sesuatu yang menyebabkan rusaknya lima hal tersebut. Maka dari itu Allah melegalkan qisâs (hukuman yang setimpal) bagi orang-orang yang terbunuh, namun pada saat yang sama Dia memberikan pilihan kepada kepada wali korban untuk memaafkan atas pelaku pembunuhan. Akan tetapi ketetapan qisâs tidak bisa diterima begitu saja oleh beberapa kalangan pemikir hukum, dan organisasi yang juga tidak mendukung karena dipandang sebagai hukuman yang kejam dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Hingga saat ini, pertumpahan darah masih sering terjadi dalam kehidupan manusia, baik disebabkan karena masalah ekonomi, politik, sosial, dan bahkan masalah sepele ikut serta di dalamnya. Berbagai upaya untuk menanggulangi hal tersebut seperti memberikan hukuman penjara kepada pelaku kejahatan, merehabilitasi pelaku di rumah sakit, serta memberikan edukasi kepada pelaku kejahatan, namun hal ini tidak bisa memberikan pengaruh terhadap pelaku dan orang lain. Padahal di dalam al-Qur’an juga memberikan penjelasan hikmah dalam penerapan hukuman qisâs bagi orang-orang yang terbunuh. Dalam penelitian ini, peneliti akan membahas apa yang melatarbelakangi ditetapkannya hukuman qisâs di dalam al-Qur’an dengan melihat kondisi dan situasi pada saat ayat ini diturunkan. Hal ini diperlukan, menghimpun dan menyusun ayat-ayat yang sesuai dengan tema tersebut serta mencantumkan tartib nuzul agar lebih sistematis, dan sehingga dapat diketahui tujuan ayat ini diturunkan melalui subjek, predikat, objek. Peneliti menggunakan kajian tafsir Nusantara agar dapat mengetahui gejala sosial di masyarakat pada saat ayat ini diturunkan, dengan melihat interaksi dan perilaku antarsesama manusia, penerapan hukum yang ada pada saat itu, serta relevansinya dengan masa kini.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46608
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ANANG HARIANTO-FUFto.pdf3.08 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.