Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46606
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAhsin Sakho M. Syarifuddinid
dc.contributor.authorMoch. Qomariid
dc.date.accessioned2019-08-14T02:15:08Z-
dc.date.available2019-08-14T02:15:08Z-
dc.date.issued2019-05-23-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46606-
dc.description.abstractPenelitian ini memfokuskan pada varian qiraat dalam ayat-ayat teologis, dikhususkan pada ayat-ayat yang berkaitan dengan dosa besar dan nasib pelaku dosa besar. Pembahasan qiraat dikaji dari berbagai sisi, mulai dari ragam, bentuk, kualitas, fungsi dan pengaruhnya terhadap penafsiran. Kitab primer yang menjadi topik pembahasan adalah Tafsīr al-Kasysyāf karya Imam al-Zamakhsyarī dan Mafātih al-Gḥāib karya Imam Fakhru al-Dīn al-Rāzi. Kedua kitab tafsir tersebut dipilih karena keduanya mencantumkan qiraat dalam penafsiran dan ditulis oleh pemuka aliran madzhab teologi yang berbeda. Fokus masalah utamanya adalah bagaimana ragam qiraat dan pengaruh ideologi madzhab pada penafsiran ayatayat teologis tentang dosa besar dan nasib pelaku dosa besar dalam Tafsīr al- Kasysyāf dan Mafātih al-Ghāib. Kajian ini menghasilkan dua poin penting dari segi qiraat dan tafsir. Dari segi qiraat, kedua kitab Tafsir sama-sama mencantumkan qiraat dalam penafsiran sebagai informasi qiraat, alternatif makna, bahkan sebagai pembelaan terhadap madzhab mufassir. Keunggulan Tafsīr al-Kasysyāf dalam mencantumkan qiraat penjelasannya yang detail tentang qawāid nahwiyyah. Kekurangannya adalah al- Zamakhsyari jarang menyebutkan periwayatnya, bahkan tidak adanya filterisasi baik dari qiraat sab’ah, asyrah maupun arba’a asyrah. Sedangkan Al-Rāzi lebih sering mencantumkan periwayat qiraat dan terkadang menukil dari al-Kasysyāf. Selain itu, beliau juga lebih menjelaskan perbandingan antar ragam qiraat. Segi tafsir, terutama dalam ayat-ayat tentang dosa besar. al-Zamakhsyarī dan al-Rāzi saling memperdebatkan persoalan tentang kategori dosa besar. Al-Zamakhsyarī menganggap tidak ada ampunan bagi pelaku dosa besar kecuali bagi mereka yang dikehendaki Allah dan posisinya berada diantara dua posisi. Sedangkan al-Razi berasumsi pelaku dosa besar masih diampuni dan pelakunya masih dianggap mukmin. Al-Rāzi dalam tafsirnya tentang ayat-ayat dosa besar cenderung mengcounter pendapat-pendapat al-Zamakhsyarī. Kedua tafsir tersebut sama-sama mencantumkan qiraat pada ayat-ayat dosa besar sebagai penguat argumen serta pembelaan madzhab. Pada intinya, penafsiran keduanya dalam menafsirkan ayatayat dosa besar dan nasib pelaku dosa besar masih dilatarbelakangi oleh ideologi madzhab yang dianutinya.id
dc.language.isoidid
dc.titleQiraat dalam kitab tafsir (Studi Qiraat pada Ayat-ayat Teologis dalam Kitab Tafsīr al-Kasysyāf Karya Imam al-Zamakhsyarī dan Kitab Tafsir Mafātih al-Ghāib Karya Imam Fakhru al-Dīn al-Rāzi)id
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MOCH. QOMARI-FUF.pdf6.99 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.