Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46593
Title: Respon dkm masjid dan jama’ah terhadap kaligrafi (studi kasus masjid jami’ al-islah dan masjid jami’ riyadul jannah)
Authors: Evi Latifah
Advisors: Moh. Anwar Syarifuddin
Issue Date: 2-May-2019
Publisher: Jakarta : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Penelitian ini berfokus pada penulisan ayat-ayat al-Qur’an di dinding masjid yang menjadi bagian dari seni hias kaligrafi Arab. Para ulama madzhab empat sepakat tentang makruhnya hukum menuliskan al-Qur’an di dinding masjid, berbeda dengan penulisan mushaf al-Qur’an yang dijuluki sunnah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dengan pertimbangan di atas penulis berupaya merumuskan dua permasalahan yang menjadi inti pertanyaan penelitian ini bagaimana respon DKM Masjid dan Jama’ah terhadap kaligrafi masjid. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan proses pengamatan di lapangan, dikombinasikan dengan riset kepustakaan terkait. Dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan penelitian kepustakaan terhadap sejarah perkembangan kaligrafi, didapati beberapa poin hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Para DKM Masjid memahami kaligrafi sebagai seni dalam islam yang dijadikan hiasan di masjid karena memiliki keindahan dan ditulis dengan indah. Meskipun tidak semua orang dapat membaca tulisan tersebut karena jenis-jenis khat yang berbeda. Terdapat motivasi tersendiri mengenai adanya kaligrafi di dua masjid tersebut yaitu kaligafi untuk Agama dan kaligrafi untuk estetika. Mengenai hukum penulisan kaligrafi, para DKM masjid di dua masjid tersebut mengatakan bahwa kemakruhan yang dibahas oleh ulama adalah sesuatu yang jika dilakukan tidak berdosa dan jika tidak dilakukan sikap yang lebih baik. Yang terpenting kaligrafi tersebut dapat terjaga keterpeliharaannya. Adapun respon Jama’ah mengenai kaligrafi didasarkan pada tiga hal, yaitu: dampak yang dirasakan, saran mengenai ada atau tidak adanya kaligrafi; dan keterbacaan atas kaligrafi. Jama’ah merasakan pengaruh terhadap psikologi, menambah rasa ingin tahu atas al-Qur’an, mendekatkan diri kepada Allah, dan ada yang tidak merasakan pengaruhnya. Mengenai saran ada atau tidak adanya kaligrafi, hampir semua jama’ah menyatakan bahwa mereka merasakan manfaat dari adanya kaligrafi sehingga lebih baik ada. Kemudian keterbacaan kaligrafi, hanya sebagian jama’ah yang mengetahui teks kaligrafi di dinding masjid. Hanya jenis khat Naskhi yang dapat mereka baca karena seperti yang telah dipaparkan bahwa khat Naskhi adalah jenis tulisan pada mushaf al-Qur’an. Mereka yang dapat membaca pun hanya sebagian, tidak semua teks kaligrafi
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46593
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
EVI LATIFAH-FUF20.19 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.