Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46318
Title: Psychological capital dan workplace well-being sebagai prediktor terhadap employee engagement
Authors: Elisa Kurniadewi
Advisors: Joni Pasifiano Soebandono
Keywords: psychological capital;workplace well-being;employee engagement
Issue Date: 18-Oct-2012
Publisher: Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Untuk menciptakan kesuksesan organisasi, maka organisasi sebaiknya memaksimalkan potensi dari sumber daya manusia yang dimiliki. Termasuk memperhatikan faktor yang dapat menjadi prediktor bagi keterikatan kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel psychological capital dan variabel Workplace well-being dapat menjadi prediktor employee engagement (keterikatan kerja karyawan). Responden dalam penelitian ini berjumlah 202 yang berasal dari dua lembaga dalam kementerian X. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis model struktural dengan bantuan Lisrel 8.70. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Psychological capital tidak signifikan dalam mempengaruhi keterikatan kerja karyawan (2) Workplace well-being terbukti secara signifikan memberikan pengaruh terhadap keterikatan kerja karyawan dengan nilai standaradized sebesar 0.62 dan nilai-t 4.52.(3) Psychological capital dan Workplace well-being tidak memiliki peran yang sama dalam memberikan pengaruh terhadap keterikatan kerja karyawan. Psychological capital tidak secara signifikan menjadi prediktor bagi keterikatan kerja karyawan (karena tidak memenuhi persyaratan signifikansi terhadap keterikatan kerja dengan nilai standaradized sebesar 0.23, dengan nilai –t 1.77 yang lebih rendah dari nilai persyaratan 1.96). Sedangkan workplace well -being secara positif dan signifikan (dengan nilai standaradized sebesar 0.62 dan nilai-t 4.52) dapat menjadi prediktor bagi keterikatan kerja karyawan. Dengan demikian, workplace well-being dengan (1) dimensi ekstrinsik yang terdiri dari: penggunaan waktu sebaik- baiknya, kondisi kerja, supervisi, kesempatan promosi dan gaji; serta, (2) dimensi intrinsik yang terdiri dari: tanggung jawab dalam pekerjaan, makna kerja, kemandirian kerja, penggunaan kemampuan dan pengetahuan untuk bekerja serta perasaan berprestasi dalam bekerja – terbukti lebih berperan dalam memprediksi keterikatan kerja karyawan.
Description: xix, 95 hlm.; 29 cm.
metadata.dc.description.uri: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/submit#null
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46318
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
ELISA KURNIADEWI-FPSI.pdf1.41 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.