Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/460
Title: Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa bersalah mahasiswa mengakses pornografi (situs porno)
Authors: Wahyu Syahputra
Advisors: Ikhwan Luthfi
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Psikologi, 2011
Series/Report no.: 0112-01-10967;1130 PSI p
Abstract: Mengakses situs porno dapat menimbulkan rasa bersalah karena individu merasa telah melakukan sebuah kesalahan. Seperti yang dipaparkan oleh Young (2000) bahwa rasa bersalah adalah hasil dari tekanan yang didapatkan setelah membuka situs porno, karena berhubungan dengan anggapan individu akan timbulnya berbagai permasalahan seperti isolasi sosial, masalah dalam keluarga, masalah dalam persahabatan, perceraian, kehilangan pekerjaan dan performa kerja yang menurun. Rasa bersalah menurut Coleman (1985) didefenisikan sebagai emosi yang bersifat universal yang dimiliki oleh setiap manusia. Satu hal yang dirasakan seseorang pada saat dia melakukan suatu kesalahan dan diberlakukan terhadap dirinya sendiri penilaian terhadap diri sendiri. Menurut Cohen, dkk (2010), bahwa rasa bersalah berhubungan secara positif dan signifikan dengan religiusitas, dan moral. Religiusitas menurut Djamaludin Ancok (1994) berarti pengalaman yang menyangkut hubungan antara agama dengan penganutnya atau suatu keadaan yang ada dalam diri seseorang (penganut agama) yang mendorongnya untuk bertingkah laku yang sesuai dengan agamanya. Moral suatu nilai yang merujuk pada kode etik yang diajukan oleh masyarakat, agama, dan budaya, untuk dijadikan acuan berperilaku seseorang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 orang mahasiswa aktif yang kuliah di Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda yang diperoleh dari hasil perhitungan skala rasa bersalah, moral yang terdiri dari tingkatan moral pra konvensional, konvensional dan pasca konvensional, serta religiusitas yang terdiri dari dimensi keyakinan, praktek agama, pengetahuan agama, pengamalan, dan penghayatan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan moral (pra konvensional, konvensional, dan pasca konvensional) serta religiusitas (dimensi keyakinan, praktek agama, pengetahuan agama, pengamalan, penghayatan). Berdasarkan proporsi varians pengaruh IV (religiusitas, moral, jenis kelamin, durasi mengakses situs porno, dan asal sekolah) terhadap DV (rasa bersalah) sebesar 63,1%. Apabila dilihat dari koefisien regresi masing-masing variabel, ditemukan lima variabel yang berpengaruh signifikan terhadap rasa bersalah yaitu: dimensi pengetahuan agama dimensi pengamalan, dimensi penghayatan, moral pra konvensional, dan moral konvensional. Selanjutnya, jika dilihat berdasarkan proporsi varians masing-masing variabel maka terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap rasa bersalah. Proporsi varians yang diberikan dimensi keyakinan sebesar 26,6%, dimensi pengetahuan agama sebesar 11,0%, dimensi penghayatan sebesar 11,6% dan moral Pra konvensional 8,3%.
Description: iii. 120 hal.; 28 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/460
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
WAHYU SYAHPUTRA-FPS.PDF2.56 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.