Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45920
Title: Pola Komunikasi Pengurus Dalam Memakmurkan Masjid Almadinah Ciledug – Tangerang
Other Titles: --
Authors: Sri Nurlailah
Advisors: Masran
Keywords: pendekatan antar pribadi dengan jamaah;ide-ide ataupun gagasan
Issue Date: 20-May-2013
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Pola Komunikasi Pengurus Dalam Memakmurkan Masjid Al Madinah Ciledug – Tangerang Komunikasi merupakan salah satu kegiatan interaksi yang sangat penting dalam semua aspek kehidupan manusia. Jika dikaitkan dengan proses memakmurkan masjid, komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting bagi pergerakan kegiatan tersebut. Jika komunikasi yang diterapkan baik dan maksimal, maka hasil yang diharapkan pun maksimal akan tercapai. Mencermati kondisi saat ini banyak kita jumpai masjid baru yang dibangun dikeramaian kota namun ternyata sepi dari jamaah, padahal bangunan masjid tersebut secara arsitektur cukup megah. Begitu juga dengan masjid-masjid dan mushollamusholla yang ada di kelurahan Sudimara Pinang. Bagi masyarakat atau jamaah yang biasa memakmurkan masjid dan musholla cukup prihatin melihat menyempitnya fungsi masjid. Masjid Al Madinah adalah masjid yang berhasil tumbuh menjadi sentral dinamika umat dan menjadi sentral bagi masjid yang lainnya. Semua itu berkat kesungguhan dan kerja sama pengurus masjid. Pengurus masjid adalah mereka yang menerima amanah jamaah untuk memimpin dan mengelola masjid dengan baik dan memakmurkan Baitullah. Dari pemaparan di atas tersebut ditemukan rumusan masalah: Bagaimana pola komunikasi antar sesama pengurus dalam memakmurkan masjid Al Madinah? Dan Bagaimana pola komunikasi antar pengurus dengan jamaah dalam memakmurkan masjid Al Madinah? Teori yang digunakan adalah pola komunikasi. Teori Mudjito ini ada dalam karya Prof. Drs. H. A. W. Widjaja “ Ilmu Komunikasi Pengantar Studi”. Ada empat pola komunikasi, yaitu komunikasi pola roda, pola rantai, pola lingkaran, dan pola bintang. Metode ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan melakukan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau tidak tertulis dari orang atau perilaku yang diamati. Berdasarkan analisa data-data hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Pola komunikasi yang dilakukan antara sesama pengurus adalah pola komunikasi rantai dan pola komunikasi kelompok. Pola komunikasi rantai terjadi ketika pengurus ingin menyampaikan ide-ide ataupun gagasan kepada pimpinan umum dan pimpinan harian. Sedangkan pola komunikasi kelompok terjadi ketika pengurus rapat dan mengadakan pertemuan. Pola komunikasi yang terjalin antara pengurus dengan jamaah adalah pola komunikasi antar pribadi dan pola komunikasi bintang. Pola komunikasi antarpribadi terjadi ketika salah satu pengurus melakukan pendekatan antar pribadi dengan jamaah, diantaranya: saling mengenal, berdiskusi, ngobrol, dan lain sebagainya. Sedangkan pola komunikasi bintang terjadi ketika semua anggota baik pengurus maupun jamaah berkomunikasi dengan semua pengurus dan jamaah.
Description: v, 65 hlm,; 29 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45920
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SRI NURLAELA-FDK.pdf4.83 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.