Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45908
Title: Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dan Pengaruhnya Terhadap Tingkat Kematangan Emosional Anak: Studi Pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat
Other Titles: --
Authors: Upi Zahra
Advisors: Rini Laili Prihatini
Keywords: karakteristik subyek (isteri) berusia antara 30-60 tahun;meliputi 3 subyek
Issue Date: 14-Sep-2009
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pengaruhnya Terhadap Tingkat Kematangan Emosional Anak: Studi pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan perbuatan yang melanggar Hak Asasi Manusia. Kekerasan yang sering dilakukan terhadap perempuan, khususnya di lingkungan keluarga, dapat menjalar pada kekerasan pada anaknya. Kekerasan terhadap perempuan dan anak apabila dibiarkan akan menimbulkan dampak buruk, baik dari segi fisik, psikologis maupun ekonomi. Apabila dilihat dari segi fisik, dampak kekerasan bisa cepat hilang, namun apabila dari segi psikologis akan menjadi trauma berkepanjangan sehingga akan membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkannya. Dari sisi ekonomi akan membuat keluarga terlantar. Dalam hal ini terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dapat mempengaruhi tingkat kematangan emosional anak, yang berasal dari karakter, watak, pengalaman, kematangan usia dan lingkungan dimana individu tinggal. Dan emosional bisa ditingkatkan salah satunya dengan pola komunikasi antara anak dan orang tua. Kemudian timbul pertanyaan apakah komunikasi bisa membentuk atau membangun emosional anak? Apakah pola komunikasi terkait dengan timbulnya kekerasan? Metodologi yang digunakan dalam kasus ini adalah menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif dan bahan-bahan yang akan diperoleh melalui studi pustaka. Adapun subyek dalam penelitian ini meliputi 3 subyek, dengan karakteristik subyek (isteri) berusia antara 30-60 tahun, pernikahan berlangsung satu kali, isteri mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Adapun teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah teknik bola salju. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan terjadinya kekerasan demikian juga dalam hal berkomunikasi yang menyentuh segala aspek kehidupan sehari-hari. Dengan komunikasi manusia dapat membentuk saling pengertian menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, dan menyebarkan pengetahuan. Tetapi dengan komunikasi manusia juga dapat menyuburkan perpecahan, menghidupkan permusuhan, serta dapat menimbulkan kekerasan antara suami-isteri, orang tua pada anak, atau pun sebaliknya.
Description: ix, 128 hlm,; 29 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45908
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
UPI ZAHRA-FDK.pdf1.18 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.