Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45906
Title: Aktivitas Dakwah Sudirman Tebba
Other Titles: --
Authors: Wanseslaus Rianghepat
Advisors: Musrifah Nurlaily
Keywords: dakwah bil qalam;prilaku yang baik di mata mad’u.
Issue Date: 1-Jun-2010
Publisher: Jakarta : Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Dakwah adalah ajakan atau seruan kepada umat Manusia untuk menuju kebahagiaan dunia akhirat sesuai dengan pedoman Al-Qur’ an dan Hadits. Dakwah hukumnya wajib bagi setiap individu untuk saling menyeru dalam hal kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran, secara teoritis dakwah bisa berjalan dengan baik jika para da’i memenuhi unsure-unsur dakwah. Salah satu unsur dakwah yang penting adalah media dakwah sebagai alat bagi para da’i dalam menyebarkan peran-peran dakwahnya kepada mad’u. Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi maka media dakwah pun semakin berkembang dan cangih. Konsekwensinya seorang dai harus menggunakannya. Kegiatan dakwah merupakan suatu aktivitas yang mulia, dimana setiap muslim melakukan amar ma’maruf nahi munkar sehingga dapat tercipta tujuan dakwah yang hakiki, yakni membentuk khairuh ummah. Karena pada dasarnya hakekat dakwah merupakan proses kesinambungan yang ditangani oleh pengembang dakwah untuk mengukuhkan sasaran dakwah agar masuk kedalam jalan Allah. Begitu juga dengan aktivitas yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan manusia. Selama kesadaran terjadi, selama itu pula aktivitas berpikir berlangsung. Di dalam dunia dakwah, perlu anda ketahui ada tiga hal teknik untuk menyampaikan dakwah yakni: 1. Dakwah bil lisan. 2. Dakwah bil qalam 3. Dakwah bil hal. Yang dimaksud dakwah bil lisan adalah dakwah melalui bicara secara face to face (langsung bertatap muka) dengan para audience atau mustami’ (pendengar) di atas podium. Yang dimaksud dakwah bil qalam adalah dakwah melalui pena (tulisan). Dakwah tulisan inilah yang paling banyak bobotnya bila dibandingkan dengan dakwah melalui bicara. Betapa tidak, karena bila seseorang mendengar ceramah dan seorang mubaligh, da’i sering lupa. Bahkan kadangkala apabila seorang mubaligh kurang cepat atau tidak bisa berdakwah, secara utuh dan tuntas disebabkan karena waktu yang tidak mengijinkan, sering ceramahnya tidak ada mempunyai kesimpulan. Akhirnya para audience yang mendengarnya masuk telinga kanan dan keluar pada telinga kiri, ini sangat merugikan bagi perbaikan akhlak masyarakat di sekitarnya. Yang dimaksud dengan dakwah bil hal adalah dakwah yang dilakukan dengan tindakan nyata dan contoh prilaku yang baik di mata mad’u. Di sini selaku umat islam selain bisa atau pandai berdakwah, dituntut pula kita sebagai seorang mubaligh bisa menulis. Menulis artinya di sini bisa mengarang sebuah buku yang tulisan itu bernafaskan bagi Agama Islam. Dan ilmu-ilmu yang bermanfaat, bagi kebutuhan umat dunia dan akhirat. 5 Karena melalui tulisan ini seorang yang lainnya berkembang terus, tidak akan mengalami kesalahan, dan sumber-sumber yang sama, tentu tidak berbeda atau menyimpang pengertiannya.
Description: iv, 60 hlm,; 29 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45906
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
WANSESLAUS RIANGHEPAT-FDK.pdf1.83 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.