Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45894
Title: Sastra, feminisme, dan HIV : Kajian feminisme eksistensialis atas Film Asma Amr M. Salama
Authors: Isnawati nurul azizah
Advisors: Sukron Kamil
Keywords: perempuan;Mesir;Film Asma;feminisme eksistensialis simone de beauvoir;HIV & AIDS;stigma
Issue Date: 22-Feb-2019
Publisher: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Penelitian ini mengkaji tentang film karya sineas Mesir bernama Amr M. Salama yang berjudul Asmâ. Film ini dipandang memiliki data berupa gambaran tentang eksistensi perempuan Mesir, baik di ruang domestik maupun di ruang publik dan perjuangan melawan stigma dan diskriminasi tentang penderita HIV/AIDS (ODHA). Teori yang digunakan untuk menganalisa data berdasarkan masalah yang ditemukan adalah teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif analisis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kritik sastra feminis. Bahan pustaka yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pustaka primer dan pustaka skunder. Pustaka primer yang digunakan yaitu film Asmâ karya Amr M.Salama. Pustaka skunder yang digunakan diantaranya jurnal yang berkaitan dengan tema penelitian ini, buku, artikel, karya ilmiah, surat kabar, dan media lain yang mengulas film Asmâ dan kajian feminisme eksistensial. Hasil penelitian ini menunjukkan Pertama, ketika di Banha, Asmâ berhasil membebaskan dirinya dari ideologi masyarakat yang merendahkan kedudukan perempuan dengan cara bekerja dan menentukan pilihan hidupnya sendiri tanpa disetir oleh laki – laki. Asmâ menunjukkan eksistensinya dengan keberhasilannya menjual habis karpet – karpetnya. Asmâ menolak untuk dipoligami oleh Mossad. Kedua, Ketika di Kairo, Asmâ menunjukkan eksistensi dirinya sebagai perempuan ix penderita AIDS dengan aktif dalam kegiatan komunitas (LSM) untuk menggali pengetahuannya tentang HIV sehingga ia tetap dapat menjadi perempuan produktif meskipun ia menderita AIDS. Kemudian ia menunjukkan eksistensinya dengan tampil di televisi sebagai narasumber mengenai isu – isu diskriminasi yang dialami oleh penderita AIDS sebagai upaya untuk memperjuangkan hak – haknya sebagai warga negara Mesir seperti yang lainnya dalam bekerja, bersosialisasi dengan masyarakat, pendidikan, maupun layanan akses kesehatan tanpa diskriminasi. Sehingga hal tersebut membantu membuka kesadaran masyarakat agar lebih berpandangan positif mengenai penderita AIDS.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45894
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
Fulltext.pdf2.64 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.