Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45887
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSihabudin Noorid
dc.contributor.authorYuli Patilataid
dc.date.accessioned2019-06-28T01:55:01Z-
dc.date.available2019-06-28T01:55:01Z-
dc.date.issued2013-05-17-
dc.identifier.issn---
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45887-
dc.descriptionv, 68 hlm,; 29 cmid
dc.description.abstractStrategi Komunikasi Organisasi Pengurus Pusat Front Pembela Islam (FPI) dalam Membentuk Militansi Kader Strategi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen sehingga mencapai suatu tujuan. Atas dasar itu maka strategi komunikasi organisasi perlu mendapat perhatian untuk dipelajari dan dipahami oleh setiap orang yang terlibat dalam dunia organisasi. Di satu sisi, komunikasi efektiflah yang dapat menjamin terbentuknya kader yang militan dan tercapai tujuan-tujuan organisasi dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Di sisi lain, pada dasarnya pengurus pusat FPI yang akan menentukan keberhasilan organisasi, bukan hanya komunikasi saja, melainkan butuh strategi yang matang di dalamnya untuk membentuk itu. Berdasarkan konteks di atas, maka pertanyaannya adalah bagaimana strategi komunikasi organisasi pengurus pusat FPI dalam membentuk militansikader? Bagaimana bentuk komunikasi organisasi pengurus pusat FPI dalam membentuk militansi kader? Strategi komunikasi organisasi pengurus pusat FPI adalah dengan adanya tahapan pendekatan. Pertama, pendekatan rasional dengan diadakannya majelis akbar rutin setiap Rabu malam dan pendidikan serta pelatihan untuk kader FPI. Kedua, pendekatan perilaku dengan mempertimbangkan kapabilitas kader sesuai dengan keilmuannya dan kemudian diaplikasikan melalui program kerja FPI. Ketiga, pendekatan pengalaman yang mempunyai keterikatan antara kader dengan FPI. Untuk membentuk militansi kader, kader harus siap dengan segala resiko, yaitu dengan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Komunikasi organisasi pengurus pusat FPI terletak pada musyawarah. Musyawarah sangat dijunjung tinggi oleh FPI untuk strategi dalam membuat kebijakan. Alur kordinasi internal dimulai dari yang berotoritas tinggi kepada yang otoritas rendah. Semua masalah dibicarakan dengan metode musyawarah. Kemudian alur kordinasi eksternal FPI kepada khalayak yaitu, saling melibatkan khalayak dengan FPI dan sebaliknya. Dengan tujuan, FPI dapat melangsungkan kinerja dakwahnya ke masyarakat. Sedangkan masyarakat dapat merasakan betul kinerja yang dilakukan FPI. Kata kunci: FPI, Komunikasi, Organisasi, Kader, Strategi, dan Militansi.id
dc.description.sponsorshipDr. Sihabudin Noor, M.Agid
dc.description.uri--id
dc.language.isoidid
dc.publisherFakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakartaid
dc.relation.ispartofseries--;---
dc.subjectFPI, Komunikasi, Organisasi, Kader,id
dc.subjectStrategi, dan Militansiid
dc.titleStrategi Komunikasi Organisasi Pengurus Pusat Front Pembela Islam (FPI) Dalam Membentuk Militansi Kaderid
dc.title.alternative--id
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
YULI PATILATA-FDK.pdf1.54 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.