Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45702
Title: Ritual Perkabungan dalam Ajaran Khonghucu di Kota Manado Studi kasus pada umat Khonghucu di Kota Manado
Authors: Liem Liliany Lontoh
Advisors: Ridwan Lubis
Issue Date: 1-Feb-2019
Publisher: Jakarta : Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Setiap yang dilahirkan pasti akan mengalami kematian, itu adalah hukum Tuhan. Namun waktu dan proses kematian yang akan dialami setiap orang berbeda satu dengan yang lain. Upacara kematian setiap agama juga berbeda satu dengan yang lain, tesis ini mengangkat tentang ritual perkabungan dalam ajaran Khonghucu: Studi kasus pada umat Khonghucu di Kota Manado. Penulis mengangkat tesis dengan judul di atas, dilatar-belakangi dengan adanya perbedaan dalam tradisi upacara perkabungan yang dilakukan oleh umat Khonghucu di kota Manado sekaligus menjelaskan makna yang terkandung dalam simbolisasi yang digunakan dalam upacara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan bentuk upacara kematian Agama Khonghucu yang berada di kota Manado dan apakah makna ritual yang terkandung di dalamnya. Demikian juga dengan pengaruh budaya Minahasa terhadap tradisi perkabungan umat Khonghucu di kota Manado. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penulis meneliti secara langsung di lapangan melalui wawancara kepada rohaniwan Khonghucu, keluarga yang berduka maupun kepada petugas sembahyang kematian, sedangkan dan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Antropologis, Teologis dan Historis. Pelaksanaan penelitian untuk ritual kematian/perkabungan yang dilaksanakan di kota Manado dimulai dari kematian seseorang sampai pada upacara pemakaman. Ritual itu dilanjutkan pula dengan persembahyangan leluhur satu tahun sampai dengan tiga tahun. Urutan upacara kematian/perkabungan dalam agama Khonghucu di Manado dimulai dari upacara ru mu (memasukkan jenazah ke dalam ix peti), men sang (malam menjelang pemberangkatan jenazah), song zang (pemberangkatan jenazah), ru kong (pemakaman jenazah), qi fu yang juga disebut fan zhuo (membalik meja), zuo san (tiga hari), zuo qi (tujuh hari), xiao xiang (satu tahun), dan da xiang (memasuki tiga tahun). Penganut agama Khonghucu di kota Manado sebagian besar memaknai Upacara kematian/perkabungan sebagai cerminan laku bakti seorang anak kepada orang tuanya sesuai dengan ajaran Nabi Kongzi. Upacara kematian/perkabungan yang dilaksanakan selain mengikuti kitab suci Si Shu dan Tata Agama dan Tata Laksana Upacara Agama Khonghucu terbitan Dewan Rohaniwan Matakin, juga dipengaruhi oleh kebudayaan orang Tionghoa yang telah berlangsung secara turun temurun dan mengikuti budaya setempat. Persembahyangan kepada leluhur sampai upacara tiga tahun merupakan perwujudan laku bakti kepada orang tua dengan harapan roh yang disembahyangi dapat kembali pulang dengan damai ke haribaan kebajikan Tian. Umat Khonghucu senantiasa menyembahyangi leluhurnya agar nyawa dan roh leluhur dapat bersatu kembali dan pulang kepada Sang Pencipta
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45702
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
LIEM LILIANY LONTOH-FUF.pdf6.1 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.