Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45535
Title: Pelaksanaan Bimbingan Agama Dalam Penerimaan Diri Remaja Tunanetra Di Yayasan Raudlatul Makfufin (Taman Tunanetra) Serpong Tangerang Selatan
Other Titles: --
Authors: Farah Wahyuni
Advisors: Artiarini Puspita Arwan
Keywords: Bimbingan Agama;Penerimaan Diri, Remaja Tunanetra
Issue Date: 9-May-2019
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Tunanetra merupakan individu yang mengalami kerusakan pada bagian mata, sehingga mengakibatkan individu tersebut mengalami keterbatasan dalam fungsi penglihatan. Kerusakan bagian mata ini bisa saja terjadi pada bagian bola mata, retina, kornea atau pada syarafsyaraf penglihatan, baik menyeluruh (Total Blind) ataupun sebagian (Low Vision). Remaja tunanetra dalam keadaan fisiknya tidak berbeda dengan anak lain pada umumnya, hanya berbeda pada fungsi penglihatan saja. Namun demikian tunanetra itu sendiri masih menjadi kelompok minoritas di kalangan masyarakat luas. Untuk mengurangi rasa tidak percaya diri menjadi minoritas sebagai tunanetra, maka dibutuhkan adanya sarana atau tempat untuk meningkatkan penerimaan dirinya, salah satunya Yayasan Raudlatul Makfufin (taman tuananetra). Bimbingan agama di Yayasan Raudlatul Makfufin diharapkan dapat membantu remaja tunanetra menjadi individu yang lebih beriman, memiliki rasa syukur yang tinggi, berilmu, dan dapat mencintai diri sendiri dengan keadaannya saat ini juga menerima dirinya dengan utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses bimbingan agama dalam meningkatkan penerimaan diri pada remaja tunanetra. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penentuan sumber data atau informan menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu informan atau sumber data ditentukan dengan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Informan dalam penelitian ini terdiri dari, ketua yayasan, wakil ketua pesantren, seorang pembimbing agama, dan tiga remaja tunanetra. Berdasarkan temuan dan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bimbingan agama dalam meningkatkan penerimaan diri remaja tunanetra berjalan dengan baik secara bertahap, baik bimbingan agama terjadwal ataupun bimbingan agama tidak terjadwal. Penerimaan diri remaja tunanetra di yayasan terlihat dari antusiasme mereka untuk mengikuti bimbingan agama di yayasan. Bimbingan agama yang dilakukan di yayasan radulatul makfufin menggunakan metode kelompok dan individu, menyampaikan melalui ceramah, tanya jawab, dan percakapan pribadi antar individu (face to face). Sedangkan materi yang telah diberikan yaitu, Ilmu aqidah, Ilmu fiqih, Ilmu akhlak, menghafal Al-Qur’an Braille, pembinaan keterampilan dakwah untuk melatih kepercayaan diri remaja tunanetra dalam berbicara. Kata Kunci : Bimbingan Agama, Penerimaan Diri, Remaja Tunanetra
Description: iv, 147 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45535
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
FARAH WAHYUNI-FDK.pdf8.16 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.