Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45329
Title: Peran pemangku umat hindu dalam kehidupan bermasyarakat: studi kasus Pura Mertasari Rengas Tangerang Selatan
Authors: Ahmad Fauzi
Advisors: M. Amin Nurdin
Issue Date: 3-Apr-2019
Publisher: Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Kelurahan Rengas merupakan sebuah tempat yang mayoritas masyarakatnya adalah pemeluk agama Islam dengan terlihatnya banyak bangunan mushola dan masjid sebagai tempat Ibadan umat Islam, namun terlihat sebuah bangunan milik umat Hindu, yaitu Pura Mertasari sebagai tempat ibadah umat Hindu beridiri tegak dan cukup besar di tengah-tengah masyarakat umat Islam, walaupun demikian mereka tetap hidup normal dan rukun. Hal ini bisa terjadi karena peran seorang tokoh agama yang sangat besar dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat. Kajian pokok studi ini adalah menggambarkan peran tokoh agama umat Hindu yang disebut dengan nama Pemangku yang ada di Pura Mertasari yang mempengaruhi umat Hindu untuk menjalankan kehidupan dengan masayarakt di sekitar dengan menganalisa interaksi masyarakat umat Hindu dan Islam yang sudah berjalan Puluhan tahun baik di bidang sosial, budaya dan keagamaan. Selain itu penulis juga menganalisa faktor apa yang menyebabkan terciptanya kehidupan masyarakat Hindu dengan Islam yang harmonis walaupun umat Hindu di Rengas sangatlah minoritas. Untuk menjelaskan masalah diatas penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan pendekatan sosiologis, antropologis dan pendekatan historis. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa Pemangku sebagai tokoh agama umat Hindu pada pokoknya sebagai pemimpin persembahyangan karena Pemangku adalah tokoh rohaniawan umat Hindu yang membimbing umat Hindu dalam aspek spiritualitas, namun penulis menemukan bahwa selain Pemangku sebagai tokoh rohaniawan bagi umat Hindu, Pemangku juga berperan dalam kehidupan bermasyarakat bagi umat Hindu, mereka harus hidup dengan masyarakat yang non-Hindu dan harus tetap bisa menjadi warga masyarakat yang baik agar terciptanya kerukunan di masyarakat. Menurut pengakuan para umat Hindu dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat yang baik terdapat pengaruh dari Pemangku, baik dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Pada acara pertemuan banjar, dan pembacaan Dharmawacana oleh Pemangku salah satunya isinya adalah tuntunan menjalankan kehidupan bermasyarakat, agar terciptanya kehidupan yang harmonis baik di dalam keluarga, dengan sesama umat Hindu ataupun dengan para pemeluk agama lainnya, khususnya di lingkungan Pura Mertasari
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45329
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Skripsi Ahmad Fauzi baru.pdf4.69 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.