Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45301
Title: Minat Beribadah Shalat Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam
Authors: Ericco Glend Andy
Advisors: Heny Narendrany Hidayati
Keywords: Minat Beribadah Shalat Anak;Perspektif Pendidikan Islam
Issue Date: 13-May-2019
Publisher: Jakarta : Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: Khusus Skripsi;
Abstract: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Kualitatif dipahami sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Sedangkan penelitian kepustakaan (library research) dimaknai sebagai segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi dari sumber-sumber pustaka yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Dalam proses analisis data, penulis menggunakan metode deskriptif analisis yang terdiri dari empat kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar minat anak dalam beragama terutama dalam ibadah shalat berbeda-beda pada setiap individu. Hal ini terutama disebabkan oleh faktor luar (eksternal) anak yakni perbedaan pengalaman kognisi dan afeksi beragama yang anak. Secara umum, minat beribadah shalat anak muncul bukan dari esensi ibadah shalat, dalam arti bukan muncul dari perasaan yang mendalam terhadap Tuhannya. Rasa senang dan ketertarikannya muncul dari orang-orang disekitarnya yang manjalankan ibadah shalat. Sedangkan metode yang efektif untuk mewujudkan minat beribadah shalat pada anak ialah melalui keteladanan. Keteladanan ini bisa berasal dari orang tua dan orang-orang di sekitar anak. Anak-anak dalam kesehariannya mesti di kelilingi dengan orangorang yang senantiasa menjalankan shalat. Artinya anak mesti berada pada kondisi lingkungan yang didalamnya dipenuhi orang-orang yang taat dalam menjalankan shalat. Bukan lingkungan yang dipenuhi orang-orang yang tidak dan atau enggan melaksanakan shalat. Dengan seringnya anak mendapati orang-orang disekitarnya melakukan shalat akan membuat rasa ketertarikan anak terhadap ibadah shalat meningkat. Metode keteladanan sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni secara langsung (direct) dan tidak langsung (indirect).
metadata.dc.description.uri: Skripsi
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45301
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ERICCO GLEND ANDY-FITK.pdf8.3 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.