Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45153
Title: Ahammiyyah Murā’ah al-‘Urf fī al- Fatwā wa Atharuhā fī Fatwā al-Hai-ah al-Syar-‘iyyah al-Wathaniyyah ‘an Bai’ al-Dzahab Dainan (urgensi mempertimbangkan ‘Urf dalam fatwa, dan pengaruhnya dalam fatwa DSN tentang jual beli emas secara tidak tunai)
Authors: Musa Wardi
Advisors: Hasanudin
Bukhori Muslim
Keywords: ‘Urf;‘Adah;Kebiasaan;Fatwa jual beli emas tidak tunai
Issue Date: 12-Jan-2019
Publisher: Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan bagaimana pentingnya mempertimbangkan dan menjaga ‘Urf dalam fatwa perspektif para Usūhli, terkait ‘urf yang berseberangan dengan nash syar’ī, serta (ditujukan) untuk menguraikan bagaimana konsep mempertimbangkan ‘urf tersebut mempengaruhi fatwa DSNMUI dalam menerbitkan fatwa tentang jual beli emas secara tidak tunai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ‘urf memiliki ranah yang luas dalam fatwa, dan sangat penting untuk diperhatikan. Bahkan sekalipun ‘urf bertentangan dengan nash, masih mungkin untuk dipertimbangkan, yaitu ketika nash tersebut memiliki ‘illat hukum berupa ‘urf, atau karena ‘urf yang sedang berlaku menghilangkan ‘illat hukum dari nash, atau ketika suatu ‘urf terbentuk lantaran suatu keadaan mendesak (dharuri). Fatwa DSN no. 77 tahun 2010 tentang jual beli emas secara tidak tunai, dipengaruhi oleh konsep ‘urf tersebut, di mana DSN dalam menerbitkan fatwa ini, memperhatikan dua bentuk ‘urf: Pertama, kebiasaan masyarakat dalam membeli emas dilakukan secara tidak tunai. Hal ini bertentangan dengan nash hadis. ‘Urf pertama ini dimasukan oleh DSN sebagai konsideran fatwa. Kedua, kebiasaan masyarakat yang tidak lagi menganggap emas sebagai alat tukar (uang), akan tetapi sebagai komoditas. Kebiasaan ini menurut DSN menghilangkan ‘illat hukum dari nash yang melarang jual beli emas secara tidak tunai, lantaran emas adalah thaman (uang), sehingga tidak ada masalah dengan ‘urf yang pertama tadi. Penilitian ini sepakat dan penguatkan pandangan Abdul ‘Aziz Al-Musy’il dalam hal bahwa sebahagian bentuk ‘urf yang bertentangan dengan nash mesti tetap harus dipertimbangkan. Penelitian ini juga sepakat dengan hasil penelitian Nur Harisuddin. Penelitian ini berbeda dengan pandangan Zainal Abidin yang tidak melihat bahwa konsep mempertimbangkan ‘urf tidak memiliki pengaruh yang kuat pada fatwa DSN-MUI no. 77 tahun 2010 yang membolehkan jual beli emas secara tidak tunai. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptifanalisis perbandingan, dengan melakukan kajian metode ushuli terhadap tema penelitian dan menganalisanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan merupakan penelitian kepustakaan. Di mana penulis mengumpulkan data penelitian dari sumber kepustakaan berupa buku-buku ushuli dan fikih. Penulis menjadikan buku-buku ushuli karya Ibnu ‘Abidin Al-Hanafi, Abdul Wahhab Khalaf, Abu Sinnah dan Mustafa Al-Zarqa, begitu juga salinan dokumen fatwa DSN-MUI no. 77 tahun 2010 sebagai sumber primer, sedangkan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan judul sebagai sumber sekunder.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45153
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MUSA WARDI-FSH.pdf2.39 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.