Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45080
Title: KONTESTASI ISLAM DI FACEBOOK: STUDI SOSIOLINGUISTIK
Authors: Muhammad Wildan
Advisors: Andi Faisal Bakti
Sukron Kamil
Keywords: Bahasa;Sastra;facebook
Issue Date: 2017
Publisher: Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta
Abstract: Kesimpulan disertasi ini menunjukkan bahwa bahasa menjadi penggerak kontestasi Islam di ruang facebook. Melalui bahasa, aktivis facebook berlatar perseorangan, kelompok, dan institusi menggulirkan isu-isu Islam fundamentalis, moderat, dan liberal, sehingga bermetamorfosis menjadi kesalehan masyarakat bahasa sebagai cerminan kesalehan masyarakat siber. Kendatipun wajah fundamentalis literalis, dakwahis, serta politis masih mendominasi karena loyalitas pada institusinya, tetapi dengan adanya Islam moderat dan Islam liberal menjadi kekuatan penyeimbang dalam mengontestasikan gagasan keislaman. Disertasi ini mengemukakan dua masalah. Pertama, bagaimana islamisasi facebook sebagai ruang publik daring jika dilihat dari kontestasi Islam? Kedua, bagaimana tinjauan masyarakat bahasa dalam perdebatan kontestan di facebook? Sejatinya studi sosiolinguistik mengamati fenomena pemakaian bahasa secara holistik. Bahkan melalui studi ini pula pemahaman keagamaan aktivis facebook tecermin dalam bentuk lingualnya. Ekspresi kesalehan masyarakat bahasa yang dikontestasi aktivis facebook fundamentalis literalis, dakwahis, serta politis menunjukkan tingkat pemahaman keislaman dalam bidangnya yang cukup mumpuni. Dengan hadirnya tim cyber media semakin menunjukkan eksistensi gerakan semacam ini di ruang publik jagat jembar. Hasil penelitian ini menunjukkan persamaannya dengan Fairclough (1989, 1995, dan 2003), Wardhaugh (2006), Wiener (2014), dan Kamil (2015) yang memperlihatkan bahwa kontestasi terjadi melalui bingkai bahasa. Sementara hasil penelitian ini memperlihatkan sisi bedanya dengan Haryanto (2014), Ansor, dkk. (2014), Hidayatullah (2015), dan Kersten (2015) yang menjelaskan bahwa kontestasi terjadi melalui jalur perseorangan, institusional, dan identitas budaya layar, atau tepatnya non-verbal. Penelitian ini menggunakan tiga kerangka konseptual: syu‘u>ban wa qaba>’ilan ‘berbangsa-bangsa dan bersuku-suku’ (al-Hujura>t : 13), ikhtila>fu alsinatikum ‘perbedaan bahasamu’ (al-Ru>m : 22), dan ih}sa>nan ‘berbuat baik’ (al-Isra>’ : 23). Ketiganya secara berurut dapat diselaraskan dengan dialek sosial, ragam bahasa, alih kode, dan campur kode seperti yang diadaptasi dari kerangka teori yang dikemukakan oleh Wardhaugh (2006). Data diseleksi melalui aktivis facebook yang telah menjadi teman dan atau berteman dengan penulis. Melalui kajian masyarakat bahasa memunculkan aktor kontestan yang berafiliasi ke dalam dialek sosial, ragam bahasa, alih kode, dan campur kode sehingga menunjukkan kecenderungannya pada suatu penyampaian wawasan keislaman yang sesuai dengan latar belakangnya. Sejatinya melalui kata-kata yang terujarkan menunjukkan ia/mereka berideologikan Islam fundamentalis, moderat, dan atau liberal. Jika demikian halnya, maka bahasa dan etika sosial menjadi satu kesatuan, sebab keduanya sebagai penyelaras keharmonisan dalam berkomunikasi di ruang publik daring antar kontestan.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45080
Appears in Collections:Disertasi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Muhammad Wildan_ Fix.pdf482.8 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.