Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45000
Title: Menyoal kebebasan beragama dan penodaan agama di Indonesia: telaah atas Putusan MK No.140/PUU-VII/2009
Authors: Yayan Sopyan
Keywords: kebebasan beragama;penodaan agama;putusanMK
Issue Date: Dec-2015
Publisher: Jurnal Cita Hukum: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: Vol.III, Nomor 2, Desember 2015;
Abstract: Kehadiran lembaga Mahkamah Konstitusi di era reformasi merupakan upaya penguatan terhadap dasar-dasar konstitusionalisme pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. MK dalam hal ini berperan menegakkan dan melindungi hak-hak konstitusional warga negara (the protector of the citizen’s constitutional rights) dan pelindung HAM (the protector of the human rights). Termasuk dalam hal ini, hak untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah serta ajaran agamanya masing-masing, sesuai dengan amanat konstitusi. Namun, disisi lain ada wacana kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat termasuk didalamnya kebebasan untuk menyiarkan keyakinan dan pemahaman keagamaan yang “menyimpang” dan bertentangan dengan “mainstream” keyakinan dan pemahaman keagamaan pada umumnya, seperti dalam kasus Ahmadiyah. MK dalam hal ini dituntut untuk mampu memberikan sikap terbaik saat dihadapkan judicial review dalam kasus ini selain tetap dituntut untuk mengawal konstitusi agar dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Description: peer review
metadata.dc.description.uri: http://journa.uinjkt.ac.id/index.php/citahukum
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45000
ISSN: 2502-230X
Appears in Collections:Artikel

Files in This Item:
File SizeFormat 
YAYAN SOPYAN-FSH.pdf387.6 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.