Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44828
Title: Kebijakan ketidaktahuan nasabah atas perjanjian penjaminan syariah menurut hukum Islam dan positif
Authors: Andi Sitti Hr Chaerunnisa
Advisors: Asep Saepudin Jahar
Keywords: Sadd al-dzari’ah;Perjanjian penjaminan;KUHPerdata
Issue Date: 1-Feb-2019
Publisher: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Studi ini bertujuan untuk menjelaskan tinjauan Hukum Islam dan Positif dengan menggunakan metode Sadd Al-Dzari’ah dan KUHPerdata terhadap ketidaktahuan nasabah atas perjanjian penjaminan syariah yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan POJK Nomor 6/POJK.05/2004 Tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Penjaminan bahwa nasabah diwakilkan oleh penerima jaminan untuk melakukan permohonan penjaminan. Berdasarkan sumber data primer yang dilakukan berupa wawancara pada Bank BJB Syariah Cab. Ciputat, bahwa nasabah tidak dilibatkan atas perjanjian penjaminan yang dilakukan antara Perbankan dan Penjamin. Berdasarkan hal tersebut, ketidaktahuan nasabah ini akan berpotensi pada risiko karena tidak terpenuhinya asas perjanjian. Penelitian ini menggunaka metode penelitian kualitatif, mempunyai jenis penelitian hukum normatif dan library reasearch dengan melakukan pengkajian terhadap undang-undang, buku-buku, dan kitab-kitab fikih yang berkaitan dengan judul skripsi. Hasil penelitian menurut ketentuan dalam KUHPerdata bahwa ketidaktahuan nasabah atas perjanjian penjaminan adalah dibolehkan berdasarkan ketentuan pada Pasal 1823 dan 1316 KUHPerdata. Dan menurut hukum Islam merupakan upaya untuk menghindari tindakan-tindakan oleh nasabah yang dapat merugikan pihak perbankan. Hal tersebut selaras dengan kewajiban perbankan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian atas tindakan moral hazard yang dilakukan oleh nasabah. Menurut analsis menggunakan Sadd Al-Dzari’ah, tidak dilibatkannya nasabah merupakan wasilah dengan menutup jalan agar melindungi para pihak dari fasad berupa tindakan moral hazard yang merupakan bagian dari dharar. Oleh karenanya jika nasabah mengetahui adanya jeminan atas pembiayaannya, akan lebih besar unsur mudharat dibanding maslahah yang ditimbulkan.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44828
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ANDI SITTI HR CHAERUNNISA-FSH.pdf2.43 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.