Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44686
Title: Analisis kesesuaian syariah pada pelaksanaan akad Rahn Tasjily berdasarkan Fatwa No.68/DSN-MUI/III/2008 dan No.92/Dsn-MUI/IV/2014 di Pegadaian Syariah Cabang Pondok Aren Tangerang Selatan
Authors: Fiqih Aulya Septi
Advisors: Hasanudin
Keywords: Rahn Tasjily;pegadaian syariah;Fatwa DSN-MUI
Issue Date: 31-Jan-2019
Publisher: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan akad rahn tasjily di Pegadaian Syariah Cabang Pondok Aren, serta kesesuaian syariahnya berdasarkan Fatwa DSN-MUI. Metode penelitian dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Penelitian ini menggunakan data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari objek yang akan diteliti. Dalam penelitian ini, penulis mendapatkan data dan informasi melalui wawancara pribadi dan dokumentasi langsung di lapangan. Teknik wawancara dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu menentukan dan memilih informan yang dianggap mengerti dan mengetahui secara keseluruhan tentang apa yang diharapkan dan dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang relevan dengan penelitian penulis. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis data hasil studi lapangan dan mengkaji kesesuaian syariahnya berdasarkan ketentuan Fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akad rahn tasjily dilaksanakan pada Pegadaian Syariah Cabang Pondok Aren pada 2 (dua) macam pembiayaan syariah, yakni Pembiayaan ARRUM BPKB dan Pembiayaan Amanah. Pada kedua pembiayaan tersebut, akad rahn yang secara derivatif melahirkan unsur jaminan tidak dapat dipisah keberadaannya dari persoalan utang-piutang, yang dalam hal ini didasarkan pada akad qardh. Pinjaman (qardh) menjadi konsekuensi akibat adanya transaksi gadai. Di samping itu, terdapat sebuah kekeliruan bahwa biaya mu‟nah dikenakan atas dasar akad ijarah. Padahal pendapatan Pegadaian Syariah dalam gadai dengan rahn tasjily hanya berasal dari biaya mu‟nah yang dibayarkan oleh nasabah (rahin) sebagai konsekuensi dari akad rahn. Adapun kesesuaian syariah pada pelaksanaan pembiayaan dengan akad rahn tasjily di Pegadaian Syariah Cabang Pondok Aren berdasarkan Fatwa No. 68/DSN-MUI/III/2008 tentang rahn tasjily dan Fatwa No. 92/DSN-MUI/IV/2014 tentang Pembiayaan yang Disertai Rahn (At-Tamwil Al-Mautsuq bi Al-Rahn) telah terpenuhi, yakni dengan terlaksananya ketentuan-ketentun dalam kedua fatwa tersebut.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44686
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
FIQIH AULYA SEPTI-FSH.pdf4.06 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.