Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44683
Title: Analisis biaya dan pendapatan usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik tradisional dan biofloc di Kota Depok (Studi Kasus di Pokdakan Mandiri Sangkuriang dan PT. Agro 165 Nusantara Jaya)
Authors: Rahmadani
Advisors: Siti Rochaeni
Armaeni Dwi Humaerah
Keywords: biaya; pendapatan; lele sangkuriang; teknik tradisional; teknik biofloc
Issue Date: 20-May-2016
Publisher: Jakarta : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Ikan lele sangkuriang merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki beberapa keunggulan yaitu produksi tinggi, panen lebih cepat, daya tetas telur tinggi, lebih tahan terhadap penyakit, kualitas daging lebih unggul, lebih tahan banting karena tidak memerlukan kondisi air khusus, teknik pemeliharaan lebih mudah, bisa dibudidayakan di lahan sempit, dan benih mudah diperoleh. Sebagian besar pembudidaya ikan lele masih menggunakan teknik tradisional. Hal ini terjadi karena cara budidaya ikan lele teknik tradisional sudah dilakukan secara turun-menurun yang dikenal baik, teknologi sederhana dan modalnya kecil. Tetapi permasalahan yang sering dikeluhkan para pembudidaya ikan lele yaitu harga pakan yang sangat mahal. Seiring dengan perkembangan teknologi, para pembudidaya mulai mengembangkan usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik biofloc, yaitu dengan mengolah kotoran dan sisa pakan ikan lele dengan bantuan aerator agar bisa dimanfaatkan kembali sebagai pakan ikan lele. Kelebihan teknik ini yaitu padat tebar tinggi, efisien pakan, dan bisa dilakukan di lahan sempit. Mengingat adanya perbedaan cara budidaya pembesaran ikan lele teknik tradisional dan biofloc, sehingga biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik tradisional dan biofloc juga berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik tradisional dan biofloc, mengetahui pendapatan yang diperoleh pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik tradisional dan biofloc, menganalisis kelayakan usaha pembesaran ikan lele sangkuriang dilihat dari R/C Ratio, B/C Ratio, Break Even Point (BEP), dan Payback Period (PP), mengetahui kelebihan dan kelemahan teknik tradisional dengan biofloc pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang. Penelitian ini dilakukan di Pokdakan Mandiri Sangkuriang yaitu usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik tradisional milik Bapak Sumadi. Penelitian usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik biofloc dilakukan di PT. Agro 165 Nusantara Jaya. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Data yang digunakan yaitu data primer. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara langsung dengan responden yaitu Bapak Sumadi sebagai anggota Pokdakan Mandiri Sangkuriang dan karyawan PT. Agro 165 Nusantara Jaya yang dipandu dengan kuesioner. Data dan informasi yang telah dikumpulkan dianalisis secara kuantitatif yang diolah dengan Microsoft Office Excel 2007. Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik tradisional dan biofloc dalam satu periode. Alat analisis dalam penelitian ini yaitu analisis kelayakan usaha untuk melihat sejauh mana suatu kegiatan usaha dapat dikatakan memiliki manfaat dan layak untuk dikembangkan menggunakan analisis rasio penerimaan atas biaya (R/C ratio), analisis rasio keuntungan atas biaya (B/C ratio), break even point (BEP), payback period (PP). Dari hasil analisis tersebut kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan teknik tradisional dengan biofloc dalam pembesaran ikan lele sangkuriang dengan mengolah data secara manual. Hasil penelitian ini yaitu 1) biaya yang dikeluarkan usaha pembesaran ikan lele sangkuriang dalam satu periode menggunakan teknik tradisional pada 7 kolam bulat berdiameter 1,70 m dengan menebar 7.000 ekor bibit sebesar Rp. 10.971.713 dan menggunakan teknik biofloc pada 5 kolam bulat berdiameter 2,20 m dengan menebar 13.750 ekor sebesar Rp. 17.754.308. 2) Pendapatan yang diperoleh usaha pembesaran ikan lele sangkuriang dalam satu periode menggunakan teknik tradisional pada 7 kolam bulat berdiameter 1,70 m dengan menebar 7.000 ekor bibit sebesar Rp. 2.118.287 dan menggunakan teknik biofloc pada 5 kolam bulat berdiameter 2,20 m dengan menebar 13.750 ekor sebesar Rp. 4.763.692. 3) Pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik tradisional nilai R/C ratio sebesar 1,193, nilai B/C ratio sebesar 0,193, BEP volume sebesar 645 kg, BEP harga sebesar Rp. 14.249, dan payback period dalam waktu 11 bulan 27 hari (4 periode). Pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang teknik biofloc nilai R/C ratio sebesar 1,268, nilai B/C ratio sebesar 0,268, BEP volume sebesar 986 kg, BEP harga sebesar Rp. 14.192, dan payback period dalam waktu 7 bulan 18 hari (3 periode). 4) Teknik biofloc pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang lebih baik digunakan dari pada teknik tradisional.
Description: xiv ; 111 Hal
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44683
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
RAMDHANI-FST.pdf1.62 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.