Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44493
Title: Gaya hidup waria urban Jakarta: sebuah negosiasi identitas
Other Titles: --
Authors: Nisa Nur Aulia
Advisors: Siti Napsiyah
Keywords: Coming Out; Konstruksi; Negosiasi Identitas;Waria (Transgender); Gaya Hidup
Issue Date: 30-Nov-2018
Publisher: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Kaum waria (Transgender) merupakan kaum yang identik dengan penampilan yang mencolok, gaya hidup yang ingin terlihat up to date, pekerja Seks Komersial atau kaum yang sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Apalagi dengan adanya keberadaan organisasi-organisasi waria yang ada di Indonesia banyak mengundang Kontroversi karena itulah didirikan Organisasi Forum Komunikasi Waria Indonesia sebagai organisasi yang menjadi payung hukum organisasi-organisasi waria yang ada. Penelitian ini termasuk dalam ranah kajian konstruktivisme, dan gender. Untuk melihat bagaimana seorang waria (transgender)mengekspresikan dirinya terhadap gaya hidup urban Jakarta dan menjadi sebuah negosiasi identitas, untuk menjawab paradigma konstruktivisme teori konstruksi sosial (Berger dan Luckmann) melalui proses coming out twaria (transgender) yang ada di dalam organisasi Forum Komunikasi Waria Indonesia. Paradigma penelitian yang digunakan dalam hal ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Fenomenologi berusaha memahami budaya lewat pandangan pemilik budaya atau pelakunya. Pendekatan ini lebih menekankan rasionalisme dan realitas budaya yang ada. Hal ini menitik beratkan pandangan warga setempat atau masyarakat sekitar organisasi Forum Komunikasi Waria Indonesia berada. Yang ditekankan dalam fenomenologis ialah aspek-aspek yang berasal dari perilaku-perilaku waria organisasi Forum Komunikasi Waria Indonesia. Hasil Penelitian ini waria (Transgender) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Waria Indonesia memiliki identitasnya sendiri. Mereka mengekspresikan diri sebagai identitas kaum liyan. Tetapi di sisi yang lain identitas mereka sering kali tidak diakui oleh masyarakat, Seringnya terjadi negosiasi identitas pada keberadaan waria disebabkan oleh masyarakat yang menganggap waria sebagai patologis sosial. Bagi masyarakat, yang ada hanyalah orientasi seksual lelaki dan perempuan dan tidak ada gender ketiga. Telah terjadi proses dialektika terhadap kaum waria. Proses dialektika ini terjadi melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Kata Kunci: Waria (Transgender), Gaya Hidup, Coming Out, Konstruksi, Negosiasi Identitas
Description: xiii, 211 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44493
ISSN: --
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
NISA NUR AULIA-TESIS KPI-FDK.pdf5.74 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.