Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44490
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorVinita Susantiid
dc.contributor.authorRaden Fauziah Anggrianiid
dc.date.accessioned2019-02-27T07:59:56Z-
dc.date.available2019-02-27T07:59:56Z-
dc.date.issued2018-11-06-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44490-
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisa tentang konstruksi sosial waria yang tergabung dalam Forum Komunikasi Waria Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara secara mendalam dan biography approach. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa para waria memilih peran demikian bukan hanya karena diakibatkan oleh faktor ekonomi akan tetapi juga ada faktor lainnya yang disebabkan oleh lingkungannya. Dalam hal ini terjadi adanya perubahan makna dalam hasil konstruksi masyarakat terhadap waria. Teori yang digunakan adalah teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang mengatakan bahwa setiap manusia dalam pembentukkan budaya yang terjadi oleh masyarakat dan mengalami identitas seksual yang di dalamnya dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Dalam teori ini memiliki tiga proses konstruksi sosial yaitu ekternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Ekternalisasi merupakan penyesuaian diri waria untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dilihat dari bagaimana tingkah laku, gaya berpakaian dan gaya bicaranya, dalam hal ini muncul proses objektivasi sebagai bentuk produk yang dihasilkan ekternalisasi dimana waria sudah menerima keadaannya sebagai waria dengan melakukan hal-hal yang sering dilakukan oleh perempuan mulai dari gaya penampilan, dan proses internalisasi di mana waria mengidentifikasi diri sebagai waria, dan dalam proses ini waria tersebut bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waria mengalami stigmatisasi dari masyarakat karena konstruksi yang dihasilkan, namun berbeda dengan Forum Komunikasi Waria Indonesia ini yang sering melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat, dengan dilakukannya secara berulang-ulang dan telah menjadi sebuah kebiasaan sehingga adanya perubahan makna dari penolakan-penolakan keluarg, ditolak masyarakat karena perbedaan budaya dan agama, mendapatkan stigma dari masyarakat dan bullying. Dalam hal ini, waria mengalami perubahan makna menjadi kelompok yang berguna bagi masyarakat dan mendapatkan penerimaan masyarakat sekitar area komunitas. Dalam penelitian ini juga membahas bagaimana permasalahan yang sering terjadi pada waria sebagai hasil dari konstruksi sosial.id
dc.language.isoidid
dc.publisherJakarta : Fakultas Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial UIN Syarif Hidayatullahid
dc.subjectWaria, Konstruksi Sosial, Masyarakatid
dc.titleKonstruksi Sosial Waria Pada Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI)id
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
RADEN FAUZIAH ANGGRIANI-FISIP.pdf44.37 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.