Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44468
Title: Kontestasi diskursus: studi kasus Do It Together (D.I.T.) komunitas punk taring babi
Authors: Rahmat Fernandes
Advisors: Saifuddin Asrori
Keywords: diskursus; komunitas; punk; prinsip; identitas
Issue Date: 17-Dec-2018
Publisher: Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Skripsi ini hendak mendalami ideologi dalam punk yaitu ‘Do It Yourself’menggunakan analisa teori diskursus dan kekuasaan Michael Foucault. Kekuasaan kerap diperbincangkan dalam beragam wacana sosial, politik dan ekonomi. Dalam konteks ini, kekuasaan dipahami sebagai kualitas, kapasitas atau modal untuk mencapai tujuan tertentu dari pemiliknya. Foucault tidak menolak cara pandang semacam ini, tapi hal itu tidak cukup kompleks memahami praktik ‘penundukan’ yang tak kasat mata. Menjadi salah satu prinsip yang paling dasar dalam ideologi punk, Do It Yourself atau ‘kerjakanlah sendiri’ menjadi etos kerja bagi kelompok punk dominan. Namun entitas diskursus Do It Yourself yang sedemikian rupa nyatanya tidak relevan di negara Indonesia bagi komunitas punk Taring Babi melainkan Do It Together atau Gotong-royong. Penelitian ini berupaya menerangkan kembali strategi dibalik keberhasilan diskursus Do It Yourself terbentuk dalam ideologi punk, dengan cara menguraikan mekanisme beroperasinya kekuasaan menurut pemikiran Foucault. Kegiatan penelitian diarahkan pada pencarian keragaman diskursus beserta proses pembentukannya. Proses demikian dipakai untuk memahami dinamika kekuasaan dan kontestasi diskursus dalam ideologi punk yang menjadi identitas bagi komunitas punk Taring Babi. Secara garis besar, narasi Do It Yourself mencakup domain tertib komunitas punk sebagai identitas yang menolak berhubungan dengan korporat besar. Kemudian diskursus normalisasi Do It Yourself sebagai konsekuensi dari sikap perusahaan media musik yang enggan untuk bekerja sama dengan musik punk. Pertarungan diskursif melibatkan beragam kehendak dari aktor/ institusi yang produktif dan konsisten memunculkan diskurus Do It Together. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa relasi kuasa (opponent discourse) tidak cukup kuat menolak kehendak Do It Yourself (proponent discourse) sebagai identitas punk yang ideal.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44468
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
RAHMAT FERNANDES-FISIP.pdf4.92 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.