Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44227
Title: Hadis hammi Nabi SAW dan implikasinya terhadap pemahaman hadis
Authors: Abdul Syukur
Advisors: Ahmad Fudhaili
Issue Date: 13-Jan-2019
Publisher: Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Pendapat yang berkembang luas pada umumnya menyatakan bahwa dari segi sifat atau penyandaran kepada Rasûlullâh saw, hadis terbagi menjadi tiga, yaitu : qaulî, fi’lî, taqrîrî. Ketiga bentuk tersebut selama ini tidak mengalami perdebatan serius di kalangan sarjana muslim. Lain halnya jika mengamati dan memahami secara seksama semisal contoh bahwa nabi Muhammad saw menyatakan sesuatu hal atau keinginan, akan tetapi tidak terwujud ; tidak dibuktikan dalam sebuah tindakan dari hal yang pernah dinyatakan atau diinginkan. Bahkan, pernyataan atau tindakan yang akan diambil oleh Rasûlullâh saw terkesan kontra-produktif atau bertentangan dengan sifat kenabiannya yang ma’ṣûm dari kesalahan atau keburukan, misalnya riwayat tentang Rasûlullâh saw hendak menjatuhkan diri dari ketinggian (bunuh diri) ; beliau saw hendak membakar rumah-rumah warga dan lain-lain. Bentuk riwayat yang disebutkan terakhir ini oleh sebagian ahli disebut dengan hadis hammî. Dari contoh-contoh tersebut, muncul pertanyaan apakah mungkin Rasûlullâh saw melakukan hal-hal demikian. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hadis-hadis hammî tersebut dalam kitab-kitab hadis. Kesimpulan dalam penelitian ini menetapkan validitas atau kesahihan hadis-hadis hammî. Pada prinsipnya, dalam penelitian ini ingin membuktikan kesimpulan al-Syaukânî (w.1250 H) atau Muhammad Sulaimân al-Asyqar yang menyatakan bahwa tidak ada unsur ittibâ’ atau ta’assî (keharusan mengikuti nabi Muhammad) dalam hadis-hadis hammî sebab beliau saw sendiri urung atau tidak jadi melakukan. Dengan ungkapan lain, menurut ulama ini, hadis atau riwayat hammî tidak bermuatan apa pun, ditambah lagi bukti bahwa generasi selanjutnya (sahabat dan tabi‟in) tidak mengikuti sunnah tersebut. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa hadis-hadis hammî sangat terkait dengan kajian teologi, yakni tentang kemaksuman nabi dan berimplikasi terhadap pemahaman-pemahaman dalam menetapkan maksud atau makna suatu hadis.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44227
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
Tesis S2 Abdul buku Hadis Hammi.pdf2.28 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.