Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44047
Title: Merubah ciptaan allȃh dalam al-qur’an (studi komparatif menurut Imam Ibn Katsir dan Imam Al-Ṯabari)
Authors: Olga Yosnita Sari
Advisors: Muslih
Issue Date: 14-Jan-2019
Publisher: Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Penelitian ini ingin menunjukkan bahwa, Merubah ciptaan Allah merupakan sebuah perbuatan merubah atau menambah asal penciptaan yang telah diciptakan Allah kepada umat manusia dengan sebaik-baik ciptaannya. Merubah ciptaan Allah terbagi dua, yaitu: merubah dari segi fisik dan merubah dari segi fitrah keagamaan Allah. Tujuan penelitian ini adalah, untuk meluruskan pemahaman orang-orang mengenai merubah ciptaan Allah yang dipahami hanya menyakiti binatang saja akan tetapi bisa diartikan sebaliknya. Teknik penggalian data pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik Library Research (kepustakaan) yakni mengumpulkan data-data melalui bacaan dan kumpulan buku-buku yang terkait dengan pembahasan. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah analisis-komparatif dengan menerapkan data-data yang telah tersusun kemudian melakukan kajian terdahulu terhadap data-data tersebut, kemudian melakukan perbandingan diantara kedua mufassir. Sumber penafsiran skripsi ini adalah Tafsir al-Qur’an al-Aẕîm dan Jamî’ al Bayan an Ta’wil ayî al-Qur’an dan kitab-kitab lainnya yang terkait dengan pembahasan skripsi, khususnya tentang merubah ciptaan Allah dalam al-Qur’an. Hasil dalam penelitian ini adalah bahwasanya Ȋmâm Ibn Katsîr metode yang digunakan adalah Tahlili yaitu menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dengan cara meneliti semua aspeknya. Sedangkan Ȋmâm al-Ṯabarî dalam menafsirkan menggunakan metode Tahlili. Temuan yang dapat penulis dalam kajian ini adalah Ȋmâm Ibn Katsîr adalah tokoh pemikir klasik pada masanya yang tidak hanya meggunakan hasil ijtihadnya sendiri tetapi juga menggunakan pendapat lain, dan menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dengan menjawab inti dari setiap permasalahan dengan jelas, sedangkan Ȋmâm al-Ṯabarî menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dengan mengumpulkan semua bahan sampai sempurna setelah itu diteliti satu persatu sesuai tema. Karena Ȋmâm al-Ṯabarî seorang pemikir klasik yang sangat populer, dari kalangan mufassir lain.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44047
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
OLGA YOSNITA SARI-FU.pdf4.64 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.