Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43993
Title: Sanksi kebiri di Indonesia dalam perspektif hukum Islam dan perlindungan anak
Authors: Madnur
Advisors: M. Nurul Irfan
Keywords: sanksi kebiri kimia;perlindungan anak;hukum Islam
Issue Date: 2-Jan-2019
Publisher: Jakarta: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Penelitian ini adalah penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya yang pernah mengkaji permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sanksi kebiri kimia di Indonesia dalam perspektif hukum Islam dan perlindungan anak. Sanksi kebiri kimia yang diatur dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 dilatar belakangi oleh kasus kejahatan seksual anak di Indonesia yang masih tinggi, yang kasusnya dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif (naik-turun). Hasil temuan dalam penelitian ini adalah bahwa sanksi kebiri kimia di Indonesia bagi pelaku kejahatan seksual anak dalam perspektif hukum Islam tidak ada, karena tidak adanya dalil yang menjelaskan hal tersebut. Sanksi kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual anak masih lebih ringan sanksinya, jika dibandingkan dengan sanksi yang ditentukan dalam pidana Islam terhadap pelaku kejahatan seksual tersebut. Sanksi bagi pelaku kejahatan seksual dalam Islam seperti seperti pelaku: zina, pemerkosa, homo seksual (liwaṭ), dan sejenisnya dalam pidana Islam sanksinya mendapatkan sanksi (hukuman) rajam (mati), cambuk, pengasingan, dan mendapatkan sanksi yang sepadan dengan perbuatan pelakunya (takzir), dikarenakan kejahatan tersebut berakibat buruk bagi kehidupan manusia. Sedangkan menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat sanksi kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual anak masuk ke dalam hukuman takzir yang hukumannya ditetapkan oleh pemerintah. Adapaun sanksi kebiri kimia di Indonesia dalam perspektif perlindungan anak bisa menjadi hukuman bagi pelaku kejahatan seksual yang bisa membuat efek jera dan efek cegah terhadap kasus kejahatan seksual anak di Indonesia. Sanksi tersebut sebenarnya masih belum setimpal dengan kerugian yang diderita oleh korbannya karena tidak sedikit korbannya yang mengalami penyakit fisik seperti cacat dan non fisik seperti penyakit kejiwaan (trauma) dan bahkan korbannya bisa menjadi pelaku kejahatan seksual anak, karena disebabkan tidak tuntasnya melakukan rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif yang bersifat content analysis (analisis isi) dan komparatif. Sumber primer penelitian ini adalah peraturan Perundang-Undangan Perlindungan Anak dan menggunakan sumber sekunder yang berupa buku yang berkaitan dengan sanksi kebiri dan perlindungan anak. Selain itu data tambahan lainnya didapatkan dengan wawancara dari para praktisi dan akademisi yang berkaitan dengan penelitian ini. Data yang berkaitan tersebut diteliti dan deskripsikan dengan cara sistematis dan objektif.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43993
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
MADNUR-FSH.pdf6.34 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.