Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43899
Title: Pemaknaan Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Terhadap Polemik Ucapan Selamat Natal Di Video Ustadz Abdul Somad Dan Ustadz Abdul Mustaqim
Other Titles: --
Authors: Sovi Hizmi
Advisors: Bintan Humeira
Keywords: teori pemaknaan khalayak;konten media massa
Issue Date: 13-Nov-2018
Publisher: Jakarta : Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Pemaknaan Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Terhadap Polemik Ucapan Selamat Natal Di Video Ustadz Abdul Somad Dan Ustadz Abdul Mustaqim Perdebatan tentang boleh tidaknya memberi ucapan “Selamat Natal” bagi ummat muslim setiap kali bulan Desember datang, atau menjelang Natal 25 Desember, selalu menjadi perbincangan yang bergema diberbagai ruang diskusi. Tak jarang, di media sosial, masyarakat saling menjatuhkan dan mengeluarkan ujaran-ujaran kasar, termasuk mengkafirkan sesama muslim. Disatu sisi, perbedaan pendapat yang terjadi antar ulama menyebabkan terbelahnya masyarakat dalam menanggapi tentang hukum mengucapkan natal. Salah satu ulama yang berbeda pendapat dan sedang viral di media sosial yaitu Ustadz Abdul Somad dengan larangannya mengucapkan natal dengan ustadz yang menyanggah isi ceramah Ustadz Abdul Somad yaitu Ustadz Abdul Mustaqim. Berdasarkan konteks di atas, untuk mengetahui pemaknaan Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Syarif Hidyatullah Jakarta maka penulis memaparkan dengan pertanyaan bagaimana pemaknaan khalayak terhadap tayangan ceramah di youtube tentang kontroversi ucapan selamat natal? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemaknaan khalayak dari Stuart Hall sebagai proses khalayak mengonsumsi dan memproduksi makna dalam proses penerimaan atas konten media massa yang dikonsumsinya. Dalam teori pemaknaan khalayak, Stuart Hall membagi khalayak ke dalam tiga posisi pembaca, yakni (1) dominan-hegemonik, (2) negosiasi, dan (3) oposisional. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat tiga kategori khalayak dalam memaknai kontroversi ucapan Natal di media baru yaitu dominan, hegemoni, dan oposisi, setiap Informan dalam memaknai pesan yang diberikan dipengaruhi oleh latar belakang, pergaulan serta pendidikan yang sudah ditanamkan di dalam keluarga. Kata kunci: kontroversi, makna, mengonsumsi, memproduksi, khalayak, pendidikan.
Description: vii, 166 hlm ; 29 Cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43899
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SOVI HIZMI-FDK.pdf2.26 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.