Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43883
Title: Penanganan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi Di Media Sosial Oleh Tim Komunikasi Presiden Dan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
Other Titles: --
Authors: Perwita Suci
Advisors: Gun Gun Heryanto
Keywords: fenomena ujaran kebencian;penelitian studi kasus
Issue Date: 5-Oct-2018
Publisher: Jakarta : Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Penanganan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi di Media Sosial Oleh Tim Komunikasi Presiden dan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia Problematika ujaran kebencian di Indonesia kini semakin banyak. Semestinya proses komunikasi antara pemerintah dan rakyat dapat terjalin harmonis dengan new media. Namun kenyataan berkata lain. Berangkat dari permasalahan tersebut, peneliti tertarik mengetahui bagaimana fenomena ujaran kebencian terhadap presiden Jokowi di media sosial? Bagaimana penanganannya oleh Tim Komunikasi Presiden dan Kantor Staf Presiden RI? Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus yaitu penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi tidak berstruktur, wawancara dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan adalah teori konvergensi simbolik yang dikemukakan oleh Ernest Boorman yang menggambarkan tentang proses pertukaran pesan yang menimbulkan kesadaran kelompok yang menghasilkan hadirnya makna, motif, dan juga persamaan bersama. Selain itu peneliti juga menggunakan konsep ujaran kebencian, media sosial dan netizen untuk membantu menjawab masalah dalam penelitian ini. Hasil penelitian dan analisis yang dilakukan menunjukan bahwa TKP dan KSP akan memberikan kontra narasi dan masukan kepada presiden untuk mengklarifikasi ujaran kebencian yang ditujukan kepadanya yang dianggap merugikan pemerintahan secara keseluruhan. Kontra narasi ini dibangun dengan berbagai cara, diantaranya dengan mendiseminasikan informasi berdasarkan data kepada media mainstream dan media sosial. Selain itu, KSP dan TKP berperan menyampaikan kebenaran kepada masyarakat mengenai apa yang sedang terjadi di lingkungan istana dan kebijakan pemerintah. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan penanganan yang dilakukan oleh Tim Komunikasi Presiden dan Kantor Staf Presiden melalui dua cara. Pertama Tim Komunikasi Presiden memberikan masukan kepada presiden untuk mengklarifikasi secara langsung, serta Tim Komunikasi Presiden yang akan mengklarifikasi kepada publik. Sementara yang dilakukan oleh Kantor Staf Presiden adalah dengan membuat kontra narasi yang di diseminasikan kepada khalayak melalui media sosial atau melakukan konferensi pers Kata Kunci: Ujaran Kebencian, Tim Komunikasi Presiden, Kantor Staf Presiden, Media sosial.
Description: v, 86 hlm ; 29 Cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43883
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
PERWITA SUCI-FDK.pdf1.69 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.