Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43698
Title: Pemberdayaan Penyandang Cacat Tunagrahita Oleh Yayasan Wahana Bina Karya Penyandang Cacat Di Kelurahan Lebak Bulus. Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan
Other Titles: --
Authors: Rian Rusdiyanto
Advisors: Tantan Hermansah
Keywords: sistem pendidikan inklusif;gambaran dan penjelasan
Issue Date: 22-Dec-2011
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Anak merupakan idaman bagi setiap keluarga, terlebih lagi jika anak yang diidamkan terlahir dalam keadaan sempurna jasmani dan rohaninya. Seorang anak ketika lahir tidak selamanya sempurna terkadang ada saja kelainan yang diderita si anak dari bagian tubuhnya, sehingga anak dapat dikatakan menderita cacat fisik. Tulisan ini merupakan hasil penelitian mengenai anak tuna grahita usia sekolah di Yayasan Wahana Bina Karya Penyandang Cacat. Yayasan ini merupakan sekolah umum yang menerapkan sistem pendidikan inklusif, suatu sistem pendidikan yang menerima anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama-sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan penjelasan mengenai pendidikan yang diberikan yayasan wahana bina karya penyandang cacat terhadap anak tuna grahita serta faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan sistem tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekataan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil temuan lapangan menunjukkan bahwa pendidikan anak tuna grahita didasarkan pada baseline yang mereka bisa artinya di yayasan ini mereka ditangani sesuai dengan kemampuan dan minat yang ada, mereka tidak dipaksakan untuk mengikuti kegiatan yang mereka tidak suka. Untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh anak tuna grahita pihak yayasan memberikan test, dimana bisa dilihat apa kemampuan yang lebih di suatu bidang. Anak tunagrahita adalah mereka yang kecerdasannya jelas-jelas berada dibawah rata-rata, disamping itu mereka mengalami keterbelakangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Mereka memiliki hambatan pada dua sisi, yaitu pertama pada sisi kemampuan intelektualnya yang berada di bawah anak normal. Anak tersebut memiliki kemampuan intelektualnya yang berada pada dua stand deviasi di bawah normal jika diukur dengan tes intelegensi dibandingkan dengan anak normal lainya. Yang kedua adalah kekurangan pada sisi perilaku adaptifnya atau kesulitan dirinya untuk mampu bertingkah laku sesuai dengan situasi yang belum dikenal. Kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan dini serta kurangnya pengetahuan dalam memberikan rangsang-rangsang positif dalam masa perkembangan anak dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya gangguan atau hambatan dalam perkembangan anak. Beberapa alternatif yang dapat ditempuh sebagai antisipasi untuk mencegah bertambahnya populasi anak berkelainan khususnya anak Tunagrahita dengan cara Diagnostik prenatal, Imunisasi, Tes darah, Program keluarga berencana, Penyuluhan genetik, dan Tindakan operasi.
Description: v, 77 hlm ; 29 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43698
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
RIAN RUSDIYANTO-FDK.pdf914.23 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.