Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43666
Title: Media penyuluhan melalui kreativitas keterampilan anak tunarungu di SLB-B Yayasan Santi Rama Jakarta
Other Titles: --
Authors: Wahyu Dwi Saputro
Advisors: Nasichah
Keywords: kreativitas dan keahlian;lembaga pendidikan sekunder
Issue Date: 9-Mar-2011
Publisher: Jakarta : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Anak tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan dalam pendengaran dalam berkomunikasi. Selain membutuhkan perhatian dan kasih sayang lebih, anak penyandang tunarungu juga memerlukan pola bantuan khusus untuk mengembangkan kemampuan kreativitas dan keahlian anak. Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan salah satu lembaga pendidikan sekunder yang berperanan penting dalam perkembangan jiwa anak cacat. Baik cacat secara fisik maupun cacat secara mental, hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan luar biasa yaitu membantu anak didik yang menyandang kelainan fisik, mental dan perilaku agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kreativitas. Seperti anak normal lainnya, mereka juga memerlukan pendidikan, bimbingan, serta kasih sayang untuk dapat hidup mandiri tanpa harus selalu bergantung pada orang lain. Kreatavitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengkolaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan. Sedangkan faktor pendorong yang dapat menumbuhkembangkan kreativitas dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor intrinsic seperti memperkenalkan individu dengan kegiatankegiatan yang dapat memunculkan rasa ingin tahu, dan melakukan hal-hal baru, dan factor eksrtinsik seperti dorongan dari lingkungan. Dalam penelitian ini penulis memfokuskan pada metode konseling dalam menumbuhkan kreativtas anak tuna rungu, adapun cara pengembangan kreativitas anak tunarungu dilakukan dengan sesering mungkin melatih bakat yang ada di dalam dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah metode konseling dalam menumbuhkan kreativitas anak tunarungu di SLB-B Santi Rama Jakarta, adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah lima orang konselor yang melaksanakan konseling dalam menumbuhkan kreativitas anak tunarungu. Penelitian ini dilakukan di Yayasan Santi Rama Jakarta. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana cara menumbuhkan kreativitas anak tunarungu serta metode apa yang diterapkan dalam mengkonseling anak tunarungu. Hasil dari penelitian ini adalah dalam menumbuhkan kreativitas anak tunarungu, para konselor menggunakan metode direktif dengan pendektan secara langsung (face to face), konselor di SMPLB-B Santi Rama Jakarta juga menggunakan metode MMR (Metode Maternal Reflektif) dimana konselor memposisikan klien (anak tunarungu) sebagai bayi yang perlu bimbingan secara khusus, dimana konselor dituntut untuk dapat mengerti apa yang dimaksud oleh klien dengan keterbatasan yang dimilikinya. Dalam membimbing anak tunarungu, konselor di SMPLB Santi Rama Jakarta konselor menggunakan bahasa SIBI (Sistem Bahasa Isyarat).
Description: viii, 68 hlm ; 29 Cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43666
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
WAHYU DWI SAPUTRO-FDK.pdf5.86 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.