Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43211
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAhmad Rifqi Muchtarid
dc.contributor.authorKhulaimah Musyfiqahid
dc.date.accessioned2019-01-11T08:11:20Z-
dc.date.available2019-01-11T08:11:20Z-
dc.date.issued2018-12-31-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43211-
dc.description.abstractSebelum menciptakan manusia, Allah terlebih dahulu menciptakan langit dan bumi beserta isinya sebagai fasilitas kemakmuran serta kesejahteraan yang disiapkan-Nya bagi mereka. Itulah salah satu bentuk keistimewaan yang diberikan Allah kepada manusia sebagai makhluk yang paling baik dan mandataris-Nya (khalîfatullâh) di muka bumi. Keistimewaan tesebut seharusnya mengantarkan manusia pada rasa syukur kepada Allah. Akan tetapi, sebagian golongan manusia justru berperilaku tercela saat diberi nikmat oleh Allah pun saat nikmat tersebut hilang atau ditimpa kesusahan. Fokus penelitian ini adalah perilaku manusia saat diberi nikmat dan ketiadaannya dalam al-Qur’an. Nikmat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah segala sesuatu yang memberikan kesenangan dan kebahagiaan kepada manusia seperti harta, kemewahan, keringanan hidup, kesehatan, jabatan dan sebagainya. Term makna kenikmatan di dalam al-Qur’an tidak hanya dibatasi pada penggunaan kata ni‘mah ( ) saja, tetapi juga direfleksikan dengan kata rahmah ( ر) dan khayr ( ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum perilaku manusia, mengetahui hakikat nikmat, dan mengetahui ayat-ayat tentang perilaku manusia atas nikmat dan ketiadaannya: kandungan kata dan makna ayat, asababun nuzul, munasabah ayat, konteks ayat, serta petunjuk al-Qur’an terhadapnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan metode mawḏû‘i atau tematik. Dengan menggunakan metode tersebut, terdapat beberapa hal yang ditemukan dalam al-Qur’an yang menyebutkan perilaku manusia saat diberi nikmat seperti: berpaling dan sombong Qs. al-Isrâ` [17]: 83 dan Fussilat [41], melupakan Allah Qs. al-Zumar [39]: 8, kikir Qs. al- Ma‘ârîj [70]: 20-21, dan perilaku mereka saat nikmat tersebut hilang atau saat ditimpa musibah dan bahaya: memperpanjang doa hanya saat ditimpa musibah Qs. Al-Rûm [30]: 33, putus asa Qs. Hûd [11]: dan berkeluh kesah Qs. al-Ma‘ârij [70]: 20-21. Perilaku yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut adalah perilaku orang kufur nikmat yang jiwanya terombang-ambing antara keimanan dan kekufuran.id
dc.language.isoidid
dc.publisherJakarta : Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah-
dc.titlePerilaku Manusia Atas Nikmat Allah Dan Ketiadaannya Dalam Al-Qur’anid
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
KHULAIMAH MUSYFIQAH-FUF.Pdf4.09 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.