Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43208
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorIqbal Hasanuddinid
dc.contributor.authorZia Ulhaq Alfiyahid
dc.date.accessioned2019-01-11T08:08:19Z-
dc.date.available2019-01-11T08:08:19Z-
dc.date.issued2018-12-12-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43208-
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gagasan keadilan menurut John Rawls dan Murtadha Muthahhari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Sementara itu, teknik dalam pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah kajian pustaka (library research) dengan menggunakan buku A Theory of Justice karya John Rawls dan Keadilan Ilahi karya Murtadha Muthahhari sebagai sumber primernya. Gagasan Rawls mengenai keadilan mengkritik paham Utilitarianisme dan mencoba mengkonstruksi teori kontrak sosial, kritik terhadap paham utlitarianisme yang mengajarkan bahwa benar dan salahnya peraturan atau tindakan manusia tergantung pada konsekuensi langsung dari peraturan atau tindakan tertentu yang dilakukan, utilitarianisme gagal untuk menjamin keadilan sosial karena lebih mendahulukan asas manfaat dari pada asas hak. Teori keadilan yang memadai harus dibentuk dengan pendekatan kontrak dimana prinsip-prinsip keadilan yang dipilih sebagai pegangan bersama sungguh-sungguh merupakan hasil kesepakatan bersama dari semua person yang bebas, rasional, dan sederajat, pendekatan kontrak sosial ini Rawls kontruksi untuk mewujudkan gagasan keadilan sosial dengan dua prinsip besar mengenai keadilan, disisi lain hadir seorang pemikir Islam Murtadha Muthahhari yang sama membicarakan keadilan sosial meski tidak seluas Rawls namun mereka sama-sama bicara dan memperjuangkan keadilan sosial bagi masyarakat meski berbeda dalam metodologi penalaran tiga teori etikanya. Immanuel Kant sebagai tolak ukur Rawls dalam merumusakan teori keadilannya yakni etika Deontologis, sedangkan Murtadha Muthahhari pendekatan yang dilakukan adalah etika Teleologis sama dengan Aristoteles. Teori keadilan yang memadai adalah teori yang mampu mengakomodasi sebuah kerjasama sosial yang pada saatnya akan mendukung terbentuknya suatu tertib dan teratur.id
dc.language.isoidid
dc.publisherJakarta : Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah-
dc.titleKonsep Keadilan John Rawls Dan Murtadha Muthahhariid
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ZIA ULHAQ ALFIYAH-FUF.Pdf3.47 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.