Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43158
Title: Partai politik dan pemilu: Sikap politik partai kebangkitan bangsa dalam menanggapi presidential threshold 2019
Authors: Mohammad Andhika Yusmana
Advisors: Sya’ban Muhammad
Keywords: presidential threshold; PKB; ketua umum dan UU Pemilu
Issue Date: 24-Sep-2018
Publisher: Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Skirpsi ini membahas tentang partai politik dan pemilu studi tentang: Sikap politik PKB dalam menanggapi Presidential Threshold 2019 . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya PKB menghadapi proses penentuan Presidential Threshold dalam RUU Pemilu 2017, serta Untuk menganalisis sikap PKB dalam mengambil posisi politik dengan menyetujui opsi ambang batas Paket A dalam RUU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Landasan teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah Partai Politik dan Elite. Dari hasil analisa dengan menggunakan teori tersebut dapat disimpulkan bahwa kekuatan elite sangat berdampak dalam sikap politik sebuah partai politik. Terlihat dalam proses pembahasan RUU Pemilu, walaupun ada kajian bersama di internal untuk mendengar pendapat kadernya, setelah itu peran Ketua Umum PKB sangat mengintervensi Fraksinya untuk selalu patuh pada pemimpin partai sehingga tidak ada kader dari PKB yang melakukan manuver politik sendiri. Semua tersistematis dengan baik di bawah kepemimpinan Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara. Presidential Threshold 2019 menjadi salah satu masalah krusial yang sedang diperdebatkan hingga dalam mengesahkannya dilakukan dengan cara Voting dalam sidang paripurna DPR RI. sikap politik PKB dalam menanggapi Presidential Threshold 2019 tidak terlepas dari campur tangan ketua umum, dibantu oleh Fraksi di DPR cak Imin selalu memberikan instruksi dan pandangan terhadap proses RUU Pemilu ini. PKB berhasil mendapatkan kepercayaan dari Fraksi lain untuk menjadikan Lukman Edy sebagai ketua Pansus. Dengan mendapatkan posisi ketua Pansus PKB menilai terjadi banyak peluang politik yang diperoleh PKB sehingga membuka lebar kesempatan untuk bernegosiasi dengan Fraksi lain. PKB pada saat pembahasan RUU mengeluarkan opsi paket D. Namun opsi yang dikeluarkan PKB yang awalanya ingin memecah kebuntuan antara dua kekuatan yang sedang berseteru yaitu opsi paket A dan opsi paket B, akhirnya membuat opsi yang ditawarkan PKB tidak di lirik oleh fraksi yang lain sehingga pilihan tetap kembali pada opsi 20% atau 0%. Namun PKB menganggap pilihan opsi paket A merupakan pilihan yang terbaik diantara yang dimunculkan. Selain itu kans PKB sebenarnya cukup besar, namun diperlukan batasan dan kriteria yang harus dilalui secara rinci guna mencalonkan diri sebagai Presiden atau Wakil Presiden. Maka dari itu sebenarnya ada yang lebih penting dari Presidential Threshold ini, kondisi politik Indonesia yang stabil untuk dapat membuat sistem demokrasi yang dibangun sejak lama dapat terus tumbuh ke arah yang lebih baik.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43158
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MOHAMMAD ANDHIKA YUSMANA -FISIP.pdf1.52 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.