Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43155
Title: Peran Sekolah Yang Menerapkan Sistem Full Day School Dalam Mengontrol Perilaku Menyimpang Siswa (Studi kasus: SMA PKP Jakarta)
Authors: Monji Setiawan
Advisors: Vinita Susanti
Keywords: Sistem full day school, remaja, perilaku menyimpang, pengendalian sosial
Issue Date: 10-Jan-2018
Publisher: Jakarta : Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Skripsi ini menganalisa tentang "Peran Sekolah yang Menerapkan Sistem Full Day School Dalam Mengontrol Perilaku Menyimpang Siswa (Studi Kasus SMA PKP Jakarta)". Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sekolah sebagai agen sosialisasi dan pembentukan karakter remaja, serta menjelaskan pengendalian sosial perilaku menyimpang siswa yang dilakukan oleh SMA PKP Jakarta yang menerapkan sistem full day school. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Subjek dalam penelitian ini adalah beberapa orang guru dan siswa. Proses analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data hasil penelitian, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pengendalian sosial Travish Hirchi yang menjelaskan tentang bagaimana ikatan sosial yang mencegah remaja berbuat menyimpang. Berdasarkan hasil temuan dan analisis yang peneliti lakukan, didapatkan bahwa penyimpangan yang dilakukan siswa sangat beragam. Ada 2 faktor yang menyebabkan siswa melakukan penyimpangan, yang pertama karena faktor internal (dalam diri) dan faktor Eksternal dipengaruhi oleh keluarga, lingkungan, dan media. Peran sekolah sangat penting dalam mensosialisasikan nilai dan moral pada siswa yang dilakukan melalui berbagai kegiatan dan materi sekolah. Pengendalian yang dilakukan oleh sekolah melalui 3 cara yaitu pencegahan diawal (preventif), Pengendalian selanjutnya dilakukan karena adanya penyimpangan (represif) pemberian hukuman, dan terakhir penyembuhan (kuratif) dimana siswa yang memang sudah sering melakukan penyimpangan akan dilakukan hypnoterapy dan prosedur lainnya sesuai kebijakan sekolah. Kontrol sosial dari keluarga, sekolah, dan masyarakat cenderung rendah karena remaja yang mempunyai masalah atau bahkan orangtua yang tidak peduli. Komitmen siswa untuk masa depan baik, namun untuk berkomitmen tidak melakukan penyimpangan kembali sangat kurang. Keterlibatan siswa dalam berbagai aktifitas membuat waktu luang siswa berkurang untuk melakukan penyimpangan. Kepercayaan siswa terkait dengan aturan sekolah masih kurang, karena mungkin aturan yang baru yang berbeda dengan di rumah bahkan aturan tersebut tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43155
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MONJI SETIAWAN-FISIP.pdf1.56 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.