Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43117
Title: Diskursus munasabah al-qur’an mengungkap tradisi tafsir nusantara: Tinjauan kritis terhadap konsep dan penerapan munasabah dalam tafsir al-mishbah
Authors: Hasani Ahmad Said
Issue Date: 3-Dec-2013
Abstract: Mengawali kata pengantar buku yang berjudul ”Diskursus Munasabah Alquran” yang ditulis oleh Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. sudah barang tentu menyambut gembira atas kehadirannya. Bagaimana tidak, Alquran sebagai jalan hidup (way of life) bagian seluruh ummat muslim di seluruh penjuru dunia. Kehadiran kajian dalam buku ini yang berasal dari Disertasi di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta tentu sangat membantu dalam ranah pemahaman terhadap teks Alquran itu. Alquran adalah kalam Allah yang sekaligus merupakan mukjizat, yang diturunkan kepada Muhammad SAW dalam bahasa Arab, yang sampai kepada umat manusia dengan cara al-tawâtur (langsung dari Rasul kepada umatnya), yang kemudian termaktub dalam mushaf. Kandungan pesan Ilahi yang disampaikan nabi pada permulaan abad ke-7 itu telah meletakkan basis untuk kehidupan individual dan sosial bagi umat Islam dalam segala aspeknya. Namun demikian, Alquran tidak boleh ditonjolkan sebagai kitab antik yang harus dimitoskan, karena hal tersebut bisa menciptakan jarak antara Alquran dengan realitas sosial. Alquran di satu pihak diidealisasi sebagai sistem nilai sakral dan transendental; sementara di pihak lain realitas sosial yang harus dibimbingnya begitu pragmatis, rasional, dan materialistis. Seolah-olah nilai-nilai Alquran yang diadreskan untuk manusia berhadap-hadapan dengan realitas itu. Membumikan Alquran merupakan sebuah keniscayaan. Sebagai kitab suci terakhir, Alquran menerobos perkembangan zaman, melintasi batas-batas geografis, dan menembus lapisan-lapisan budaya yang pluralistik. Karena memang kandungannya selalu sejalan dengan kemaslahatan manusia. Di mana terdapat kemaslahatan di situ ditemukan tuntunan Alquran dan di mana terdapat tuntunan Alquran di situ terdapat kemaslahatan. Ulum Alquran sebagai metodologi tafsir sudah terumuskan secara mapan sejak abad ke 7-9 Hijriyah, yaitu saat munculnya dua kitab Ulum Alquran yang sangat berpengaruh sampai kini, yakni al-Burhan fi Ulum al-Qur’an, karya Badr al-Din al-Zarkasyi (w.794 H) dan al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, karya Jalal al-Din al-Suyuthi (w. 911 H). Salah satu cabang studi Ulum al-Qur’an yang penting untuk diungkap adalah kajian munasabah. ‘Ilm al-Munâsabah (ilmu tentang keterkaitan antara satu surat/ayat dengan surat/ayat lain) merupakan bagian dari Ulum al-Qur’an. Ilmu ini posisinya cukup urgen dalam rangka menjadikan keseluruhan ayat Alquran sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik). Sebagaimana tampak dalam salah satu metode tafsir Ibn Katsir ; al-Qur’an yufassirû ba’dhuhu ba’dhan, posisi ayat yang satu adalah menafsirkan ayat yang lain, maka memahami Alquran harus utuh, jika tidak, maka akan masuk dalam model penafsiran yang atomistik (sepotong-sepotong). Ilmu munasabah adalah ilmu yang menerangkan korelasi atau hubungan antara surat dan ayat yang lain, baik korelasi itu bersifat umum atau khusus, rasional (aqli), indrawi (hassiyy), atau imajinatif (khayali) atau korelasi berupa as-sabab dan al- musabab, ‘illat dan ma’lut, perbandingan, dan pelawanan, baik yang ada dibelakangnya atau ayat yang ada di mukanya. Tentang adanya hubungan tersebut, maka dapat diperhatikan lebih jelas bahwa ayat-ayat yang terputus-putus tanpa adanya kata penghubung (pengikat) mempunyai munasabah atau persesuaian antara satu dengan yang lain. Dasar-dasar pemikiran munasabah anatara ayat-ayat dan surat Alquran. Satu surat walaupun banyak masalah, namun masalah-masalah tersebut berkaitan antara satu dengan yang lain, sehingga seseorang hendaknya jangan hanya mengarahkan pandangan pada awal surat, tapi hendaknya memperhatikan pula ahir surat, atau sebaliknya.karena bila tidak demikian akan terabaikan maksud ayat-ayat yang diturunkan itu. Mengenai hubungan antara suatu ayat atau surat dengan ayat atau surat lain(sebelum atau sesudah), tidak kalah pentingnya adengan mempelajari sebab nuzul ayat. sebab untuk mengetahui adanya hubungan antara ayat-ayat dan surat-surat itu dapat membantu kita mengetahui hubungan antara ayat dan surat yang lain. Untuk menemukan makna tersirat dalam susunan dan urutan kalimat, ayat-ayat, surat-surat dalam Alquran sehingga bagian-bagian dari Alquran saling berhubungan dan menjadi rangkaian yang utuh, mempermudah pemahaman Alquran, memperkuat keyakinan akan kebenaran Alquran sebagai wahyu Tuhan dan sekaligus menolak tuduhan bahwa susunan Alquran itu kacau, maka buku yang ditulis oleh Doktor terbaik, tercepat dan termuda pada Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah tahun 2011 ini, menjawab persoalan-persoalan yang pelik itu. Sekali lagi bahwa hadirnya buku yang ditulis oleh Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. ini tentu menjadi kontribusi baik bagi masyarakat secara luas. Jadi, ada baiknya buku ini dibaca oleh siapapun. Baik santri, ilmuwan, peneliti, akademisi, pengkaji Islam secara umum. Semoga semua paparan yang terdapat di dalamnya bermanfaat bagi pembacanya. Akhirnya, saya menyambut baik atas terbitnya buku ini. Harapan saya semoga buku ini membawa manfaat bagi pembaca, dan umat pada umumnya
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43117
Appears in Collections:Buku



Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.