Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43043
Title: Perspektif syariah terhadap penerapan jaminan dalam akad musyarakah mutanaqisah (studi pada produk Pembiayaan Pemilikan Rumah PaS iB Panin Dubai Syariah Bank)
Authors: Fika Nur Apriani
Advisors: Hasanudin
Keywords: musyarakah muatanqisah;jaminan;Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR)
Issue Date: 5-Oct-2018
Publisher: Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Hubungan hukum akad musyarakah mutanaqisah adalah hubungan hukum kerjasama (perkongsian) bukan merupakan hubungan hukum utang-piutang. Sedangkan dalam hukum Islam, syarat rahn (jaminan) itu sendiri salah satunya adalah al-marhun bih (utang). Akad musyarakah mutanaqisah ini termasuk dalam akad amanah, yang mana para pihak melakukan akad tersebut atas dasar kepercayaan, maka tidak diperkenankan ada jaminan di dalamnya, karena jaminan hanya ada di dalam transaksi utang-piutang. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap penerapan jaminan yang diterapkan pada akad musyarakah mutanaqisah dan bagaimana penerapan jaminan pada produk Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) PaS iB di Panin Dubai Syariah Bank dengan melihat argumen para ulama serta mengelaborasi dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional terkait. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris yakni dilakukan berdasarkan studi pustaka dengan melihat peraturan-peraturan tertulis dengan cara menelaah teori-teori, konsep, serta prinsipprinsip syariah yang berhubungan dengan penelitian ini, serta studi lapangan dengan melihat implementasi yang sedang dijalankan saat ini. Hasil penelitian ini menunjukan kebolehan penerapan jaminan dalam akad musyarakah mutanaqisah yang disebabkan perubahan status yad amanah ke yad dhamanah dengan mempertimbangkan urf’ (adat kebiasaan yang berlaku di tengah masyarakat), unsur ta’addi (perlakuan yang melampaui wewenang), perilaku tafrith (kelalaian), dan pertimbangan maslahah. Hal ini dibenarkan oleh Mutharrif dari mazhab Maliki, Qatadah, Usman al-Buttiy, Ubaidillah ibn Hasan al-‘Anbari Dawud al-Zahiri, Ahmad dalam salah satu riwayatnya dan Imam Syaukani. Penerapan jaminan pada PPR PaS iB terkait barang jaminan telah sesuai, namun masih ada ketidakjelasan dalam menetapkan biaya tambahan yang dibebankan pada hak tanggungan. Penerapan terkait eksekusi jaminan pun telah sesuai sebagaimana yang telah ditetapkan dalam fatwa. Penerapan jaminan berdasarkan syarat ashshighah (ijab qabul) juga telah sesuai dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh ulama Hanafiyah dan Malikiyah
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43043
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
FIKA NUR APRIANI-FSH.pdf14.92 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.