Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42928
Title: Strategi Komunikasi Layanan Kesehatan Umat (LKU) Dalam Mensosialisasikan Program Wakaf Tunai Ambulance Plus Di Masjid An Nashr Bintaro
Other Titles: --
Authors: Nani Suryaningsih
Advisors: Umi Musyarofah
Keywords: Ambulance, LKU, Program;Strategi Komunikasi, SWOT.
Issue Date: 29-May-2013
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Layanan Kesehatan Umat (LKU) merupakan salah satu organisasi Islam yang didirikan oleh Yayasan Masjid An-Nashr Bintaro. Organisasi ini bergerak dibidang kesehatan yang menjadi poliklinik dalam membantu melayani kesehatan umat, yakni melayani pasien dhua’fa dan masyarakat yang tidak mampu untuk berobat secara gratis, dan memberikan pendampingan berupa bantuan pengurus ke rumah sakit, dan instansi kesehatan lain yang menjadi rujukan LKU untuk pasien dhu’afa yang memerlukan perawatan lebih intensif dengan fasilitas perawatan yang lebih lengkap. Dalam membantu pasien untuk penanganan lebih lanjut, LKU membutuhkan adanya kendaraan berupa ambulance untuk mengantarkan pasien. Atas keberhasilan LKU dalam mewujudkan program wakaf tunai ambulance plus, masyarakat sudah bisa menikmati hasil dengan menggunakan ambulance secara gratis. Dari latar belakang masalah di atas maka muncul pertanyaan, Bagaimana bentuk strategi komunikasi yang digunakan LKU masjid An-Nashr dalam Mensosialisasikan Program Wakaf Tunai Ambulance Plus? Dan Bagaimana Analisis SWOT LKU masjid An-Nashr dalam Mensosialisasikan Program Wakaf Tunai Ambulance Plus? Terealisasinya ambulance plus ini tidak terlepas dari adanya strategi komunikasi yang dilakukan LKU dalam mensosialisasikan program ambulance plus ke masyarakat. LKU menggunakan (model) perencanaan komunikasi lima langkah “research, plan, Execute, Measure, dan Report” yang menyatakan adanya tahapan-tahapan dalam mencapai perencanaan yang menyangkut pelaksanaan program untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. LKU menggunakan metode Analisis SWOT (Strenght, Weakness, Oppurtunity, Threat) yang dicetuskan oleh Albert Humphrey. Analisis SWOT adalah analisis yang digunakan untuk mengevaluasi peluang dan ancaman di lingkungan maupun kekuatan serta kelemahan yang dimiliki internal organisasi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi berupa foto, catatan, arsip tertulis lainnya. Dapat disimpulkan bahwa, LKU menggunakan strategi komunikasi lima langkah dalam mensosialisasikan program wakaf tunai ambulance plus yaitu: LKU melakukan research karena adanya kebutuhan mendesak untuk pegadaan ambulance, plan LKU menentukan proses komunikasinya seperti: menentukan sumber, pesan, media, sasaran, dan efek. Execute (pelaksanaan) LKU melakukan proses sosialisasi melalui lembaga dakwah seperti: majlis taklim. Measure (evalulasi) LKU mengevaluasi penggunaan media yang digunakan. Report (pelaporan) LKU melakukan tindakan akhir dengan membuat laporan. Dan LKU menggunakan penetapan strategi analis SWOT untuk mengevaluasi organisasi. Keywords: Ambulance, LKU, Program, Strategi Komunikasi, SWOT.
Description: viii, 71 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42928
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
NANI SURYANINGSIH-FDK.pdf2.13 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.