Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42908
Title: Interaksi sosial para pengguna napza dalam mengikuti metode therapeutic community di Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) “ Galih Pakuan” Putat Nutug-Bogor
Other Titles: --
Authors: Nina Riyanti Januarita
Advisors: M.Lutfi
Keywords: fikiran residen;peer/personal accountability group evaluation
Issue Date: 27-Mar-2013
Publisher: Jakarta : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Penyalahgunaan NAPZA semakin menjadi masalah serius yang harus dicari solusi penyembuhannya. Penggunaan NAPZA dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan, bukan hanya kerusakan fisik maupun psikis tetapi juga dapat merusak kemampuan pengguna dalam berinteraksi sosial di masyarakat. Untuk itu, tempat rehabilitasi selain untuk pemulihan ketergantungan NAPZA juga diharapkan menjadi tempat untuk membantu para pengguna NAPZA membangun kembali kemampuan interaksi sosialnya. Hal ini tentu akan bermanfaat karena dapat membuat mantan pengguna lebih siap kembali ke masyarakat saat mereka keluar dari panti rehabilitasi. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian di tempat rehabilitasi yang diperuntukan untuk pengguna NAPZA yaitu di Panti Sosial Pamardi Putra “Galih Pakuan” Putat Nutug-Bogor. Di panti ini penanganan para pengguna NAPZA dilakukan dengan menggunakan metode therapeutic community (TC). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana nteraksi sosial para pengguna NAPZA dalam mengikuti metode therapeutic community. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor pendukung dan pengambat dalam membangun interaksi sosial pada metode therapeutic community. Metodologi penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode yaitu : observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa, interaksi sosial para pengguna NAPZA dalam mengikuti TC menjadi sangat baik dari yang sulit berbicara menjadi aktif, dan rajin mengerjakan hal-hal yang lebih positif. Interaksi itu terlihat dari kegiatan TC seperti dalam kegiatan: morning meeting, morning briefing, sharing circle, Saturday night activity, peer/personal accountability group evaluation, seminar, olahraga, religi dll, para pengguna NAPZA berperan aktif di dalam mengikuti kegiatan tersebut. Adapun faktor pendukung itu adalah struktur yang terjadwal rapi membuat kegiatan bisa berjalan dengan lancar, keterbukaan, dan kemauan sembuh dari residen memudahkan interaksi sosial berjalan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya perhatian dan teguran dari pimpinan membuat interaksi sosial sulit terjadi, latar belakang keluarga yang kurang memberi dukungan membuat anak terkadang tertutup, kurang kuatnya niat residen dan rusaknya mental dan fikiran residen membuat interaksi sosial sulit dijalankan dengan cepat.
Description: v, 69 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42908
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
NINA RIYANTI JANUARITA-FDK.pdf5.81 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.