Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42905
Title: Analisis framing pemberitaan kasus bentrok TNI-Polri di Ogan Komering Ulu (OKU) Palembang pada Harian Republika edisi Maret 2013
Other Titles: --
Authors: Syukron Akbar
Advisors: Ane Rina Farida
Keywords: kasus kekerasan TNI-Polri; OKU;framing kasus kekerasan TNI-Polri, OKU
Issue Date: 21-Oct-2013
Publisher: Jakarta : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;
Abstract: Bentrokan yang terjadi antara TNI dan Polri di Ogan Komering Ulu (OKU) Palembang, yang berujung pada jatuhnya banyak korban dan terbakarnya Markas Polres (Mapolres) OKU mendapat sorotan dari media massa, tidak terkecuali Harian Surat Kabar Republika. Bentrokan yang terjadi pada Kamis 7 Maret 2013 itu diawali dengan penyerbuan yang dilakukan oleh puluhan anggota TNI Angkatan Darat Batalyon Artileri Medan (Armed) ke Mapolres OKU. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti ingin mengetahui bagaimana Harian Surat Kabar Republika membingkai kasus bentrok TNI-Polri yang terjadi di OKU Palembang. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitian konstruktivis dengan jenis metode penelitian analisis framing model Robert N. Entman yang menggunakan empat struktur analisis, yaitu Define Problem (pendefinisian masalah), Diagnose Cause (memperkirakan masalah atau sumber masalah), Make Moral Judgement (membuat keputusan moral), Treatment Recommendation (menekankan penyelesaian). Setiap media memiliki perspektif tertentu dalam membingkai peristiwa. Berita yang disampaikan merupakan hasil konstruksi, bukan refleksi dari realitas. Menurut teori konstruksi realitas sosial yang diperkenalkan oleh Peter L Berger dan Thomas Luckman, proses konstruksi yang berlangsung di media massa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang memengaruhi salah satunya adalah kebijakan redaksional, sedangkan faktor eksternalnya meliputi tekanan pembaca, sistem politik yang berlaku serta kekuatan-kekuatan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harian Surat Kabar Republika merekomendasikan agar pemerintah mengusut tuntas penyebab bentrokan yang terjadi antara TNI dan Polri di OKU sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, pemerintah juga dituntut mencari solusi untuk memperbaiki hubungan kelembagaan dan emosional antara TNI dan Polri setelah insiden bentrokan tersebut agar kasus yang sama tidak terulang kembali. Harian Surat Kabar Republika melihat kasus bentrok antara TNI dan Polri yang terjadi di OKU, Palembang sebagai masalah kesenjangan ekonomi diantara dua instansi tersebut. Kasus tertembaknya anggota Yon Armed Pratu Heru Oktavianus oleh Brigadir Wijaya pada 23 Januari 2013 hanya pemantik saja. Panglima TNI dan Kapolri harus menindak tegas oknum-oknum yang memicu bentrokan di antara kedua belah pihak. Kata Kunci: , Harian Surat Kabar Republika,Framing.Kasus Kekerasan TNI-Polri, OKU
Description: viii, 77 hlm,; 26 Cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42905
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SYUKRON AKBAR-FDK.pdf13.8 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.