Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42904
Title: Analisis framing pemberitaan kasus tawuran antarpelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta di Republika
Other Titles: --
Authors: Khaeru Nuzula
Advisors: Fita Fathurokhmah
Keywords: tawuran, media massa;framing; konstruktivisme; Islam
Issue Date: 15-Jul-2013
Publisher: Jakarta : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Isu tentang tawuran antarpelajar sering terjadi dan muncul dalam pemberitaan di media massa. Dalam isu ini, Republika mengangkat kasus tawuran antarpelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta sebagai tindakan yang amoral, yang sudah melampaui batas. Padahal, sebagai pelajar mereka memiliki tanggung jawab menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Republika mengangkat isu ini karena hal ini menyangkut masa depan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Pemberitaan isu tawuran antarpelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta muncul pada edisi tanggal 25 sampai 29 September 2013. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik meneliti pemberitaan kasus tawuran antarpelajar ini. Republika menjadi media massa yang dipilih sebagai subjek penelitian. Karena media massa ini merupakan salah satu media yang cukup besar dengan khalayak umat Islam dan untuk kepentingan umat Islam, dan kritis dalam pemberitaannya. Selain itu, Republika mengangkat kasus ini sebagai headline. Republika menganggap bahwa terjadinya kasus tawuran antarpelajar salah satunya karena gagalnya sistem pendidikan di Indonesia. Maka pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana teks dibingkai oleh Republika, dan apa yang diharapkan oleh Republika dari pemberitaan tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitian konstruktivisme yang memandang berita bukanlah realitas yang natural, tapi hasil dari konstruksi. Pendekatan penelitiannya menggunakan kualitatif dengan metode penelitian analisis wacana framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Yang terdiri empat level struktur, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Selain itu, menggunakan konsep konflik menurut Islam. Setelah dianalisis, Republika membingkai kasus ini sebagai pembunuhan (kriminalitas). Bukan sekadar kenakalan remaja saja. Karena itu hukum harus tegas, meskipun pelaku masih berstatus pelajar. Republika sebagai media yang khalayaknya umat Islam atau koran hijau dalam memaknai kasus tawuran antarpelajar ini menyatakan bukan termasuk pada konflik perspektif Islam, melainkan konflik antar remaja saja. Meskipun secara tidak langsung menurut peneliti berita ini sesuai dengan konflik perspektif Islam. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa Republika ingin menunjukkan bahwa tawuran ini terjadi karena ada yang salah dalam sistem pendidikan di Indonesia. Sehingga harus ada yang dibenahi. Kata Kunci: tawuran, media massa, framing, konstruktivisme, dan Islam.
Description: x, 81 hlm,; 26 Cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42904
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
KHAERU NUZULA-FDK.pdf35.13 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.