Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42786
Title: Analisis pencemaran kromium berdasarkan kadar COD (Chemical Oxygen Demand) pada Hulu Sungai Citarum di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Jawa Barat
Authors: Rifqi Zakiya Rahmani
Advisors: Arif Sumantri
Keywords: Kromium;Sungai Citarum;Limbah Industri;Majalaya Daftar Bacaan
Issue Date: Nov-2018
Publisher: Jakarta : Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Pencemaran sungai semakin meningkat di Indonesia. Salah satu pencemaran tertinggi di Indonesia ialah Sungai Citarum. Tingginya perkembangan industri seperti industri tekstil di Majalaya membuat semakin tinggi jumlah limbah yang dihasilkan. Banyak industri tidak menaati peraturan terkait baku mutu limbah cair dan dibuang langsung ke badan air Sungai Citarum tanpa pengolahan terlebih dahulu. Limbah industri tekstil menghasilkan limbah logam berat kromium (VI) untuk digunakan dalam proses produksi. Kromium (VI) yang masuk ke dalam badan air dapat menjadi permasalahan kesehatan baik jangka pendek dan jangka panjang. Instrumen penelitian ini yaitu observasi dan uji sampel di laboratorium. Sampel diambil sebanyak hari berturut-turut pada stasiun di masing-masing lokasi. Metode pengambilan yang digunakan yaitu grab sampling dengan teknik pengambilan purposive sampling. Waktu pengambilan sampel air dilakukan pada malam hari. Sampel air diawetkan dengan cara pengasaman (HNO dan H SO ) serta pendinginan sesuai SNI . Menurut hasil uji sampel air di laboratorium, konsentrasi kromium (VI) pada stasiun A sebesar mg/l, stasiun A sebesar mg/l, pada stasiun A sebesar mg/l dan pada stasiun A sebesar mg/l. Selain itu, pada stasiun B , B , dan B konsentrasinya berada di bawah mg/l (batas minimum alat). Menurut PP No. tahun baku mutu kromium (VI) pada badan air kelas II sebesar mg/l. Air Sungai Citarum di Kecamatan Majalaya telah tercemar kromium (VI). Selain itu tingkat pencemaran Sungai Citarum di Majalaya tergolong dalam cemar ringan dan cemar sedang yang diukur pada parameter tersebut. Diharapkan semua pihak terkait perlu bersinergitas dalam melakukan pelestarian lingkungan di Sungai Citarum dengan menjalankan peraturan yang berlaku tanpa mengenyampingkan sektor kesehatan dan ekonomi di Kecamatan Majalaya.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42786
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Rifqi Zakiya Rahmani-FIKES.pdf1.74 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.