Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42757
Title: Pola bimbingan agama pada anak komunitas pemulung di Kelurahan Jurang Mangu Barat Pondok Aren Tangerang Selatan
Other Titles: --
Authors: Veny Oktasari
Advisors: Suparto
Keywords: agama para pemulung;pengajian dalam majlis ta’lim setempat
Issue Date: 8-Dec-2011
Publisher: Jakarta : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Pemulung adalah kelompok sosial yang kerjanya mengumpulkan atau memilah barang yang dianggap berguna dan mempunyai nilai jual dari sampah tersebut, baik yang ada di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) maupun diluar TPA. Pada komunitas pemulung ini, notabennya para orang tua tidak memiliki pendidikan yang layak. Dengan keterbatasan pendidikan dan pengetahuan yang seadanya. Para orang tua pun mendidik anak–anaknya dengan pengetahuan yang mereka miliki seadanya. Akan tetapi akan berbeda jika orang tua tidak memiliki pendidikan yang layak guna mendidik dan mengarahkan anak–anaknya untuk menjadi anak yang soleh dan bermanfaat bagi bangsa, agama, dan keluarga. Para orang tua lebih mengutamakan mencari materi untuk menghidupi keluarganya. Sehingga bimbingan agama atau pola asuh yang diterapkan pun terkesan acuh dan cuek. Dalam bidang keagamaan para orang tua pemulung memiliki pengetahuan yang kurang, namun bukan berarti dengan pengetahuan agama yang kurang mereka tidak memberikan bimbingan agama kepada anak–anaknya. Para orang tua juga selalu memerintahkan kepada anaknya agar selalu ikut kegiatan–kegiatan keagamaan, mengajarkan kebaikan, dan agar anak– anak mereka menjadi makhluk yang bertaqwa kepada Allah SWT. Karena para orang tua pemulung sangat menginginkan sekali anak–anaknya bisa tumbuh dan mempunyai nasib yang lebih baik dari orang tuanya, terlebih lagi dalam hal pendidikan dan agama. Atas dasar pemaparan diatas peneliti bermaksud meneliti pola bimbingan agama pada anak komunitas pemulung. Adapun metodologi yang digunakan adalah wawancara dan observasi dengan subyek yang telah ditentukan. Hasil penelitianya dapat diketahui bahwa para orang tua pemulung masih mempunyai perhatian terhadap masalah agama untuk masa depan anaknya. Walaupun para pemulung disibukkan dalam urusan mencari kebutuhan hidupnya, tetapi mereka masih menyempatkan untuk sekedar menyuruh anaknya untuk mengaji. Yang menyebabkan kurangnya pendidikan agama para pemulung, karena mereka tidak menyempatkan diri untuk ikut pengajian dalam majlis ta’lim setempat
Description: vii, 74 hlm,; 29 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42757
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
VENY OKTASARI-FDK.pdf2.58 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.