Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42746
Title: Analisis wacana kritis kesetaraan gender pada akun instagram women’s March Indonesia 2018
Other Titles: --
Authors: Wafa
Advisors: Siti Napsiyah
Keywords: Gender; analisis; kekerasan;perempuan dan women’s march
Issue Date: 10-Oct-2018
Publisher: Jakarta : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Media sosial bukanlah hal yang tabu bagi masyarakat generasi milenial. Tidak jarang media sosial digunakan untuk menggiring opini atau mengenalkan sebuah ideologi. Media sosial mempunyai pengaruh besar dalam beberapa gerakan, salah satunya adalah gerakan Women’s March. Gerakan ini pertama kali digelar di Amerika Serikat pada tahun 2017, sebelum akhirnya diselenggrakan di Indonesia pada tahun yang sama. Isu-isu yang diangkat adalah isu mengenai perempuan, kelompok minoritas serta berbagai permasalahannya. Pada tahun 2018 Women’s March Indonesia kembali diselenggrakan dengan mengusung tema kekerasan berbasis gender. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana teks, praktik wacana dan praktik sosial budaya mengenai kesetaraan gender diwacanakan pada akun Instagram Women’s March Indonesia 2018? Bagaimana perbandingan wacana kesetaraan gender dalam akun Instagram Women’s March Indonesia dengan konsep gender dalam Islam? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model deskriptif. Metode penelitian digunakan adalah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Fairclough membagi analisis wacana menjadi tiga dimensi, yaitu analisis teks, analisis praktik kewacanaan dan analisis praktik sosial budaya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep gender dan manifestasi ketidakadilannya menurut Mansour Fakih. Manifestasi ketidakadilan gender menurut Mansour Fakih adalah terjadinya marginalisasi terhadap perempuan, subordinasi, pelabelan negatif atau stereotip, kekerasan berdasarkan gender dan ketimpangan beban kerja. Hasil dari peneltian yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam memproduksi teksnya, Women’s March Indonesia bekerjasama dengan organisasi dan kelompok yang berkaitan dengan isu ii perempuan dan kelompok rentan lainnya. Tema kekerasan berbasis gender yang diusung pada tahun 2018 berdasarkan keadaan sosial masyarakat di Indonesia yang rawan terjadi kekerasan. Hal ini diperkuat dengan adanya rencana pengesahan RKHUP yang dinilai mengandung pasal-pasal bermasalah dan merugikan kaum perempuan dan kelompok-kelompok minoritas. Terjadinya kekerasan terhadap perempuan menjadi salah satu akibat dari suburnya budaya patriarki di Indonesia. Islam merupakan agama yang membawa kedamaian. Nabi Muhammad datang mengangkat derajat kaum perempuan. Islam tidak memandang laki-laki atau perempuan ketika memerintahkan untuk mencari ilmu. Islam juga tidak memandang laki-laki atau perempuan ketika memberi tugas sebagai khalifah fil ardh kepada manusia. Kata kunci: Gender, Analisis, Kekerasan, Perempuan dan Women’s March
Description: ix, 118 hlm,; 26 cm.
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42746
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
WAFA-FDK.pdf2.8 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.