Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42439
Title: Gambaran kontaminasi bakteri coliform pada makanan di pondok pesantren Kabupaten Bogor Tahun 2018
Authors: Nurul Fathiyah Urfa
Advisors: Ratri Ciptaningtyas
Keywords: higiene sanitasi makanan;air;peralatan;cara pencucian peralatan;mencuci tangan;memotong kuku
Issue Date: 6-Nov-2018
Publisher: Jakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Ketersediaan makanan sehat sangat penting bagi para santri untuk mendukung sistem pembelajaran di Pondok Pesantren. Pada tahun 2017 ditemukan sebanyak 112 kasus diare di pondok pesantren X Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor yang diduga akibat pencemaran air dan makanan. Dari hasil studi pendahuluan, makanan di dapur pondok pesantren tersebut positif mengandung bakteri E.coli yang termasuk golongan Coliform. Kontaminasi makanan yang terjadi di dapur Pondok Pesantren akan mempengaruhi status kesehatan santri yang berdampak pada efektifitas proses belajarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran higiene sanitasi makanan serta kontaminasi bakteri Coliform di Pondok Pesantren Kabupaten Bogor Tahun 2018. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan desain crosssectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 12 Pondok Pesantren. Data yang digunakan diperoleh melalui hasil pengujian MPN Coliform di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Bogor, kegiatan wawancara serta observasi yang dilakukan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 4 sampel makanan, 6 sampel sendok, 6 sampel piring dan 12 sampel sumber air bersih di Pondok Pesantren Kabupaten Bogor terkontaminasi bakteri Coliform. Sebanyak 6 sumber air bersih di pondok pesantren memiliki jarak <10 meter dengan sumber pencemar sehingga terjadi pencemaran pada sumber air bersih. Sedangkan untuk perilaku responden sebanyak 12 penjamah makanan di dapur pondok pesantren tidak melakukan praktik mencuci tangan yang baik, 1 penjamah makanan mencuci peralatan dengan buruk dan sebanyak 8 penjamah makanan di pondok pesantren memiliki praktik memotong yang buruk dilihat dari kondisi kuku yang kotor dan panjang saat melakukan pengolahan makanan. Pihak pondok pesantren disarankan untuk memperhatikan sanitasi sumber air bersih dengan memberikan zat klorin, menggunakan air matang dalam kegiatan pengolahan makanan, memperhatikan kondisi sanitasi peralatan serta kondisi higiene penjamah makanan yang bertugas melakukan pengolahan makanan di dapur pondok pesantren
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42439
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Nurul Fathiyah Urfa-FIKES.pdf4.92 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.