Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42414
Title: Gagrag Ginoan dan Identitas Pedalangan Wayang Kulit Banyumasan (1959-2013)
Authors: Destri Andriani
Advisors: Awalia Rahma
Keywords: gagrag ginoan;praktik pedalangan;identitas kultural;wayang kulit;Banyumas
Issue Date: 8-Oct-2018
Publisher: Jakarta : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Penelitian ini membahas wayang kulit Gagrag Ginoan di Banyumas pada tahun 1959-2013. Gagrag Ginoan yang dipelopori oleh Ki Sugino Siswocarito ini merupakan sebuah versi atau gaya pedalangan wayang kulit Banyumasan yang mengalami perubahan pada pakeliran. Permasalahan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah mengapa Gagrag Ginoan yang dianggap keluar pakem dan memiliki idealisme pedalangan yang lemah, justru lebih digemari oleh dalang, seniman dan masyarakat Banyumas, serta menjadi identitas pedalangan wayang kulit Banyumasan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, arah penulisan sejarah dalam skripsi ini bersifat analytical history yang dilakukan melalui research library, observasi langsung ke lokasi penelitian dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan new cultural history Burke yang menggabungkan kajian sosiologi dan cultural studies dengan memanfaatkan teori agensi Giddens dan teori identitas kultural Hall. Temuan dalam penelitian ini adalah pertama, bahwa Gagrag Ginoan yang dipelopori oleh Ki Sugino Siswocarito bisa menjadi identitas pedalangan wayang kulit Banyumasan yang mendobrak pakeliran klasik ke modern melalui inovasi pada pakeliran yang meliputi iringan, sanggit lakon, sulukan dan orientasi pertunjukan yang lebih kepada hiburan. Selain itu, pembawaan Ki Sugino Siswocarito dalam mendalang juga menggunakan dialek bahasa Banyumasan yang merakyat, sehingga mudah diterima oleh masyarakat Banyumas. Kedua, Gagrag Ginoan menjadi identitas pedalangan wayang kulit Banyumasan karena gagrag tersebut diikuti dan dipraktikkan oleh dalang-dalang Banyumas hingga saat ini. Ketiga, Masyarakat meyakini bahwa Gagrag Ginoan akan tetap lestari dalam tradisi pedalangan wayang kulit di Banyumas, karena Gagrag Ginoan memiliki peninggalan berupa informasi oral, rekaman kaset, radio dan video youtube, serta Komunitas Sugino Siswo Carito (KSSC) yang hingga saat ini masih dipertahankan keberadaannya.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42414
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Fulltext.pdf7.29 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.