Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42317
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAsep Syarifuddin Hidayatid
dc.contributor.advisorIndra Rahmatullahid
dc.contributor.authorAngga Ariyanaid
dc.date.accessioned2018-11-08T03:08:13Z-
dc.date.available2018-11-08T03:08:13Z-
dc.date.issued2016-09-30-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42317-
dc.description.abstractDalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang merek menjelaskan merek tidak dapat didaftarkan atas dasar permohonan yang diajukan oleh pemohon yang beritikad tidak baik. Itikad tidak baik ini yang dijadikan alasan dalam hal pembatalan merek dagang yang sudah terdaftar di Dirjen HKI Indonesia. Pada Pasal 68 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2001 menjelaskan bahwa gugatan pembatalan merek dapat diajukan oleh pihak yang berkepentingan dengan alasan yang ada pada Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6 UU Merek tahun 2001. Tujuan dari skripsi ini untuk mengetahui mekanisme pembatalan merek terdaftar di Indonesia, penerapan itikad tidak baik dalam pembatalan merek dagang dan pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam putusan nomor 462K/Pdt.Sus-HKI/2015 terkait adanya itikad tidak baik dalam permohonan pendaftaran merek yang dijadikan alasan dalam pembatalan merek dagang CURESONIC. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode penelitian perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Pendekatan perundang-undangan mengacu kepada UU Nomor 15 tahun 2001 tentang Merek. Sedangkan pendekatan kasus adalah pendekatan yang dilakukan dengan cara menelaah suatu kasus yang telah menjadi putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Dalam hal ini putusan Mahkamah Agung Nomor 462K/Pdt.Sus-HKI/2015. Berdasarkan penelitian, gugatan pembatalan merek dapat dilakukan dengan alasan yang ada pada Pasal 4, 5, 6 UU Nomor 15 tahun 2001. Adanya itikad tidak baik dapat dibenarkan sebagai alasan dalam pembatalan merek dagang, itikad tidak baik ini berpatokan pada ketentuan Pasal 4, 5, 6. Pertimbangan hukum hakim Mahkamah Agung dalam putusan nomor 462K/Pdt.Sus-HKI/2015 sudah tepat. Tidak terlihat ada unsur itikad tidak baik yang dilakukan PT. Fortune Star Indonesia dalam mendaftarkan mereknya sehingga alasan pembatalan merek CURESONIC milik PT. Fortune Star Indonesia dengan alasan adanya itikad tidak baik tidak bisa dibenarkan. Judex facti telah keliru dalam memberikan pertimbangan hukum.id
dc.language.isoidid
dc.publisherFakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakartaid
dc.subjectItikad Tidak Baikid
dc.subjectpembatalan merek dagangid
dc.titleItikad tidak baik dalam pembatalan merek dagang yang terdaftar di indonesia (analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 462K/Pdt.Sus-HKI/2015)id
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ANGGA ARIYANA-FSH.pdf1.03 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.